Pencakar Langit Berstruktur Baja Tertua Di Dunia

pencakar-langit-berstruktur-baja-tertua-di-dunia-kps-steel

Tidak hanya untuk menara dan jembatan, pada periode awal kepopuleran material baja juga diaplikasikan pada struktur bangunan tinggi (high rise building).

Bahkan gedung pencakar langit (skyscraper) berketinggian lebih dari 150 meter. Salah satu pencakar langit berstruktur baja tertua yang hingga kini masih berfungsi baik adalah Empire State Building di New York City, Amerika Serikat. Gedung ini sempat menjadi gedung tertinggi di dunia. Hebat, bukan? Kali ini, KPS Steel distributor besi Jakarta mengajak Anda sejenak untuk menelusuri seluk-beluk pencakar langit ikonik bernilai historis ini.

Baca Juga: Mengenal Proses Galvanisasi Pada Besi Dan Baja

‘Pemenang Lomba’

The Empire State Building disebut sebagai ‘pemenang lomba’ pada akhir tahun 1920-an pada persaingan pemecah rekor gedung tertinggi di dunia. Gedung bergaya art deco karya arsitek William Lamb dari perusahaan Shreve, Lamb and Harmon ini berhasil mengalahkan Chrysler Building dengan tinggi 319 meter yang baru enam bulan menyandang sebagai rekor tertinggi di dunia sebelumnya.

Dengan tinggi 381 meter, Empire State Building pun telah dinobatkan menjadi gedung tertinggi di dunia selama 41 tahun (hingga World Trade Center berdiri pada 1972). Sekarang ikon kota New York ini menjadi pencakar langit ke-22 tertinggi di dunia dan ke-3 tertinggi di Amerika Serikat.

Pencakar Langit Baja Tertua

Jika ditambah dengan tinggi menara antenanya, total ketinggian Empire State Building mencapai 443,2 meter yang terdiri dengan 103 lantai. Sebenarnya bangunan tinggi dengan konstruksi besi (tahan panas) yang pertama di dunia adalah Home Insurance Building di Chicago, Amerika Serikat, yang selesai dibangun pada tahun 1890.

Namun, pada 1931 gedung 10 lantai dengan tinggi 42 meter tersebut dirobohkan. Dengan kata lain, pencakar langit ikonik ‘Empire State Building’ pun lalu menjadi bangunan dengan konstruksi baja tertua di dunia yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Pembangunan Empire State Building, mulai dari penggalian pondasi, sendri dimulai pada 22 Januari 1930. Konstruksi yang dimulai 17 Maret ini didukung dengan penerapan sistem perakitan yang cepat. Kontraktor Starrett Brothers & Eken mempekerjakan 3.400 orang/hari, sehingga setiap minggunya konstruksi ini dapat menyelesaikan perakitan rangka baja untuk 4,5 lantai bangunan. Alhasil, gedung ini dpat selesai hanya dalam waktu 20 bulan.

Kokoh Dan Tahan Lama

Pada tahun 1945 sebuah pesawat pembom Angkatan Darat AS mengalami kecelakaan. Dimana pesawat ini menabrak lantai 78 dan 79 Empire State Building dengan kecepatan 200 mil/jam. Hebatnya ledakan pesawat yang menimbulkan kebakaran besar ini dapat dipadamkan hanya dalam waktu 40 menit. Meskipun terjadi kerusakan, tetapi beberapa bagian gedung lain yang tidak mengalami kerusakan. Bahkan, sudah dapat dioperasikan kembali hanya dalam waktu 2 hari.

Bahkan, kebakaran tersebut tidak berpengaruh fatal karena material beja yang tahan terhadap api. Sehingga, gedung yang sudah berusia 88 tahun ini tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan material baja yang kokoh pada bangunan dapat memaksimalkan ketahanan bangunan itu sendiri.

The Empire State Building meyakinkan kita akan kekokohan dan ketahanan material baja. Jadi, jangan ragu untuk merealisasikan proyek bangunan baja Anda. Untuk memenuhi kebutuhan baja atau produk besi/baja berkualitas lain, Anda dapat menghubungi kami di KPS Steel, distributor besi Jakarta.

Baca Juga: Banyak Cara Mengantisipasi Karat Pada Besi

Jika Anda membutuhkan informasi mengenai material besi dan baja yang ada di KPS Steel, distributor besi Jakarta, Anda dapat mengunjungi kami di sini.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu