Ukuran Begel Tiang untuk Rumah 1 Lantai dan 2 Lantai

Ukuruan Begel Tiang untuk rumah 1 lantai dan 2 lantai KPS Steel Distributor Besi Jakarta

Ukuran begel tiang adalah pengukuran yang dilakukan arsitek untuk mengetahui besar kecilnya fondasi bangunan. Pada dasarnya tiang membutuhkan rangka begel untuk memperkuat struktur rangkanya. Tanpa begel, tiang tidak akan bisa berdiri tegak, kokoh dan tahan lama.

Sebagai fondasi utama bangunan, kita tidak boleh melupakan begel. Rangka pertama yang harus dipasangkan ketika ingin membuat bangunan adalah begelnya. Terlebih lagi jika Anda ingin lantai 2 atau bangunan bertingkat, daya tahan begel harus kuat agar bisa menampung beban berat.

Ketahanan begel bisa disesuaikan dengan beberapa aspek seperti jarak antar tiang, penempatan, ukuran hingga cor beton tiangnya. Ukuran begel tiang rumah disesuaikan berdasarkan struktur bangunannya. Bangunan 1 lantai dan 2 lantai memiliki standar ukuran yang berbeda.

Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan ukurannya agar tidak salah pilih. Rencanakan struktur bangunan sejak dini agar proses modifikasinya dipermudah. Jika ingin buat bangunan 2 lantai, maka persiapkan ukuran yang sesuai standar agar ketahanan dan keamanannya terjamin.

Jenis-Jenis Tiang Bangunan

Untuk jenisnya, tiang bangunan dibedakan menjadi 3 kategori yaitu kolom segi empat, komposit dan bundar. Ukuran begel tiang tentunya juga berbeda beda tergantung kategorinya. Anda perlu perencanaan yang matang agar struktur dan bentuk tiangnya sesuai prosedur pembangunan.

Kolom segi empat memiliki bentuk tulangan yang panjang mengikuti diameter ruangan. Bentuk menyengkang juga sering dihubungkan dengan jenis tiang yang satu ini. Selain segi empat, kolom tiang komposit memiliki karakteristik yang lebih unik karena bahannya tidak dari besi begel.

Bahan yang digunakan untuk membuat tiang komposit adalah profil baja yang dibeton. Baja itu digunakan sebagai pengganti besi dalam tiang fondasi. Jenis terakhir ada kolom bundar dengan ukuran begel tiang yang lebih besar dari kedua jenis tiang lainnya.

Biasanya tiang bundar banyak digunakan di bangunan besar dan bertingkat. Masjid, supermarket, atau mall juga menggunakan tiang bundar sebagai fondasi utamanya. Bentuknya yang spiral dan memanjang memiliki kemampuan untuk menyerap deformasi saat runtuh.

Fungsi Tiang Bangunan

Pada dasarnya ukuran begel tiang digunakan untuk menahan beban dari atap hingga dinding. Sederhananya, tiang berperan penting dalam menyalurkan beban bangunan ke dalam fondasi. Dari atap, beban akan disalurkan ke kolom dan dialirkan lagi ke permukaan tanah fondasi.

Jika pembuatannya tanpa perhitungan dan strukturnya berantakan, maka bangunan bisa roboh dalam kurun waktu cepat. Oleh sebab itu, perhitungannya harus menyesuaikan desain bangunan yang akan dibangun. Baik itu 1 lantai atau bertingkat, semuanya perlu perencanaan yang matang.

Daya tahan rangka tiang ditentukan dari luas bangunan, jumlah keseluruhan tiang dan jarak per tiangnya. Semakin luas diameter ruangannya maka tiangnya juga semakin banyak. Ukuran dari begel tiang mempengaruhi struktur kerangkanya secara menyeluruh.

Keseimbangan lokasi penempatan tiang beton juga menghasilkan daya tahan yang berbeda. Jika terlalu berdekatan, beton mudah hancur ketika terkena guncangan seperti gempa karena terlalu rapat. Namun jika terlalu jauh, beban tidak akan bisa dialirkan secara merata.

Baca Juga: Simak Menghitung Kebutuhan Besi Sloof dengan Mudah

Ukuran Begel Tiang untuk 1 Lantai

Tiang 1 lantai memiliki ukuran begel yang relatif lebih kecil dibandingkan bangunan 2 lantai atau bertingkat. Ukuran dapat kita hitung berdasarkan ketebalan bahan dinding yang diinginkan. Jika dinding menggunakan bahan bata merah, maka ukurannya di antara 10x15cm hingga 10x20cm.

Diameter ukuran begel tiang tersebut berada di kisaran 10-12cm dengan total pemasangan di 4 titik yang berbeda. Pemasangan besi ring atau sengkang, menyesuaikan jarak antar besinya. Jika menggunakan ukuran 6-8 mm, maka jaraknya di kisaran angka 15 cm sampai 20 cm.

Meski ukuran begelnya kecil, tiang masih bisa berdiri kokoh untuk menahan beban dinding dan atap. Cor beton diperlukan untuk menampung dan mengalirkan beban bangunan. Jika tidak dicor rangka begel akan mudah roboh karena terlalu berat menahan beban atap dan dinding.

Ukuran Begel Tiang untuk 2 Lantai

Berdasarkan SOP yang berlaku, tiang 2 lantai harus menggunakan begel berukuran 20cm x 20cm. Pembagian rangka tulang bangunan diletakkan ke 8 sisi yang berbeda. Diameter kolom betonnya mencapai 12 mm dengan jarak antar tiang besinya di angka 10 cm.

Selain menggunakan ukuran 20cm x 20cm, fondasi rumah dua lantai juga bisa dipasang sengkang berukuran 15 cm x 40 cm. Ukuran begel tiang bisa disesuaikan dengan kolom pipih ruangan. Anda bisa menyesuaikannya dari ruang keluarga, dapur, ruang makan hingga kamar mandi.

Untuk mendapatkan perhitungan yang mendetail, Anda butuh bantuan arsitek berpengalaman. Perhitungan tiang bangunan tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Butuh ilmu khusus untuk mengetahui berbagai macam kondisi terkait konstruksi fondasi bangunan.

Jika Anda hendak melengkapi kebutuhan besi untuk konstruksi bangunan, KPS Steel selaku distributor besi Jakarta dapat menjadi pilihan terbaik Anda.

Baca Juga: Rekomendasi Varias Desain Lisplang untuk Percantik Hunian Anda

Kunjungi laman produk kami untuk informasi produk selengkapnya. Bila Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dunia perbesian, konstruksi, dan inspirasi hunian, kunjungi blog KPS Steel

Bagikan Artikel :
Menu