Simak Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof dengan Mudah

Simak Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof dengan Mudah KPS Steel Distributor besi jakarta

Untuk meningkatkan efisiensi pembangunan, Anda harus tahu cara menghitung kebutuhan besi sloof. Pada dasarnya sloof digunakan untuk formasi dasar fondasi bangunan yang akan dibangun nantinya. Penempatan sloof harus sesuai perhitungan agar bangunan kokoh dan berkualitas.

Sloof dibuat berbentuk persegi agar teknisi lapangan dapat menyusunnya dengan mudah. Dasar pemasangan sloof disesuaikan dengan denah fondasi bangunan. Arsitek harus mengetahui posisi terbaik sloof agar dapat menopang tiang bangunan sebagai beban dinding rumah.

Dalam pemasangannya, sloof diletakkan di dalam tanah dengan cor agar dapat berdiri tegak. Sloof yang digunakan sebagai penopang dinding harus direncanakan secara optimal. Cara menghitung kebutuhan besi sloof perlu dipelajari agar penyusunannya sesuai prosedur.

Untuk menghitung kebutuhan besi sloof, Anda dapat melihat ukuran, diameter besi pokok, besi cincin, panjang fondasi dan jarak pemasangan antara tiangnya. Semua itu perlu diperhatikan agar proses perhitungannya sesuai dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menghitung Kebutuhan Besi Sloof

Sebelum menghitung kebutuhan besi sloof, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan. Baik ukuran, denah hingga cara menghitung kebutuhan besi sloof, semua perlu direncanakan terlebih dulu. Berikut ini hal yang perlu dipersiapkan sebelum menghitung kebutuhan sloof.

1. Denah Fondasi

Dengan adanya denah fondasi, Anda bisa memperkirakan letak sloof akan dipasang di mana saja. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak sloof yang akan dipakai nantinya.

2. Menghitung Panjang Total Balok Sloof

Setelah memperkirakannya, Anda hitung panjang total balok sloof yang sudah direncanakan sebelumnya. Total balok sloof disesuaikan dengan luas yang akan dibangun sebagai fondasi.

3. Melihat Berapa Jumlah Tulangan Pokok

Tulangan digunakan sebagai fondasi utama sloof nantinya. Cara menghitung kebutuhan besi sloof harus dipahami agar Anda dapat membuat fondasi yang optimal dan kuat.

4. Menghitung Besi Tulangan Pokok

Setelah mengetahui perkiraan letaknya, kalikan besi dengan panjang sloof untuk mendapat hasil akhir. Nantinya sambungan juga ditambahkan untuk hasil yang lebih jelas.

5. Menghitung Jumlah Begel

Begel digunakan sebagai komponen dasar yang memperkuat fondasi antar tiang. Anda bisa menghitung panjang begel berdasarkan total sloof yang dibagi dari jaraknya.

6. Menghitung Panjang Begel

Panjang begel per satuannya harus diukur agar Anda tahu kondisi pemasangannya. Begel dan sloof harus disesuaikan cara menghitung kebutuhan besi sloof.

7. Menghitung Besi Begel

Setelah dihitung panjang per satuannya, Anda lanjutkan dengan menghitung total begel yang dibutuhkan. Jumlahnya di dapat ketika sudah dikali antara panjang satu buah begel.

8. Menghitung Berapa Batang Besi

Batang besi sloof dihitung untuk menemukan total material yang dibutuhkan. Ketika besinya sudah memenuhi kebutuhan, proses pembuatan sloof bisa dilakukan tukang di lapangan.

Baca Juga: Kegunaan Besi Tulangan Sloof yang Perlu Anda Pahami

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof

Kebutuhan besi sloof menjadi prioritas utama sebelum Anda mulai membangun bangunan. Jika besinya kurang, sloof tidak akan bisa dibuat. Cara hitung kebutuhan besi sloof yang simpel dan mudah bisa dilihat dari penjelasan singkat di bawah ini.

Contoh sederhananya denah fondasi sudah diperoleh dengan ukuran 4 m x 4 m dan Anda akan menggunakan sloof berukuran 15 cm x 20 cm. Besi yang digunakan untuk tulangan pokok yaitu 4D10 dan begel D8200. Untuk perhitungannya total 4 sisi fondasi dihitung untuk sloof.

  1. Sloof fondasi bangunan yang dibutuhkan adalah 4 buah dengan panjang masing-masing 4 meter.
  2. Jadi secara keseluruhan total panjang sloof adalah 4m+4m+4m+4m dan hasilnya 16 meter.
  3. Lalu lanjut ke perhitungan tulangan pokok yang digabungkan dengan keempat fondasi sloof.
  4.  Cara menghitung kebutuhan besi sloof dari besi tulangan yaitu 4 x 16m.
  5. Total besi tulangan yang dibutuhkan untuk membuat fondasi adalah 64 meter.
  6. Ketika total besi sudah dihitung, Anda bisa mempersiapkan begel dengan ukuran 0,2 meter sebagai rangka tiang.
  7. Cara menghitung kebutuhan besi sloof, 16m:0,2m = 80 buah begel yang siap digunakan.
  8. Untuk ukuran panjang begel per satuannya, kita bisa ambil rumus 0,10 + 0,15+ 0,10 + 0,15 + 0,05 + 0,05 sehingga hasilnya 0,6m.
  9. Total besi yang dihasilkan dari perhitungan tersebut adalah 80 buah dikali 0,6m jadinya 48m.
  10. Hasil akhir perhitungannya adalah Besi tulangan pokok D10 = 64:12 = 5,33 batang dan Besi begel D8 = 48:12 = 4m.

Dengan begitu Anda butuh besi tulangan sejumlah 5,33 batang. Lalu untuk begelnya, Anda butuh panjang 4 meter untuk setiap sloofnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda butuh bantuan arsitek berpengalaman agar perhitungannya sesuai.

Jika dihitung tanpa adanya pengetahuan, Anda akan mendapatkan hasil yang berbeda. Jika hasil berbeda, proses pembangunan juga akan terhambat. Lebih parahnya lagi, anggaran akan lebih besar atau membengkak jika Anda salah dalam menghitung pondasi bangunannya.

Sebelum menggunakannya, pastikan jika Anda tahu betul bagaimana cara menghitung kebutuhan besi sloof yang benar. Jika Anda membutuhkan besi untuk menunjang pembuatan sloof bangunan, Anda bisa mendapatkannya melalui distributor besi jakarta KPS Steel.

Baca Juga: Pengetahuan Seputar Cor Dak, Kolom Tiang dan Sloof

Kunjungi laman produk kami untuk informasi selengkapnya. Bila Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dunia perbesian, konstruksi, dan inspirasi hunian, kunjungi blog KPS Steel

Bagikan Artikel :
Menu