Rekomendasi Material Bangunan Ramah Lingkungan

bahan bangunan ramah lingkungan untuk konsep green building kps steel toko besi jakarta

Pemanasan global dan kerusakan lingkungan harus menjadi pertimbangan utama dalam membuat hunian. Untuk itu, sudah saatnya kita beralih ke material bangunan ramah lingkungan yang aman dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.

Bahkan di Indonesia sendiri, Pemerintah sudah mulai menyerukan pembangunan banguna hijau yang menerapkan proses perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan perawatan yang ramah lingkungan.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 8 Tahun 2010 tentang Kriteria dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan yang menyerukan setiap pembangunan mengedepankan dan memperhatikan unsur pelestarian fungsi lingkungan.

Green property atau material bangunan ramah lingkungan biasanya banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan. Namun kini, para perancang bangunan lebih menyarankan pembangunan menggunakan material yang ramah lingkungan.

Walaupun menggunakan material yang ramah lingkungan, Anda tetap bisa memiliki rumah yang minimalis, elegan, mewah atau modern. Karena saat ini perancang bangunan sudah lebih lihai melakukan inovasi dengan material apapun. 

Apakah Anda tahu apa saja yang termasuk dalam green property? Berikut daftarnya di bawah ini.

Daftar Material Bangunan Ramah Lingkungan

Pemilihan material adalah bagian penting dari setiap proses pembangunan. Maka dari itu perlu pertimbangan yang panjang dan akurat agar hasilnya sesuai harapan. Adapun material yang ramah lingkungan yang bisa Anda gunakan, ialah:

1. Kayu

Kayu menjadi salah satu material yang ramah lingkungan karena mudah diolah dan mudah digunakan. Jika Anda menggunakan material kayu, Anda tidak perlu membuang energi dan peralatan yang banyak, karena mengolahnya dapat terbilang mudah.

Keunggulan kayu lain terletak pada kemudahan untuk didapat, sehingga Anda tidak perlu berlama-lama mencarinya.

Hunian dengan bahan kayu juga dapat membuat suasana rumah lebih asri dan terasa lebih sejuk. Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan material ini?

2. Hempcrete

Tanaman hempcrete adalah salah satu bahan beton yang mencampurkan serat dengan kapur yang diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan material beton dengan bobot ringan.

Meski memiliki bobot yang lebih ringan dari biasanya, beton berbahan hempcrete ini tetap kuat menahan beban berat. Sehingga Anda bisa menggunakannya sebagai material dasar pada hunian yang Anda buat.

Meski tidak begitu sering terdengar, tanaman hempcrete ternyata sangat mudah ditemukan terutama di alam bebas, seperti hutan dan lain-lain.

3. Batang Jerami

Batang Jerami juga merupakan material bangunan ramah lingkungan yang banyak digunakan untuk rumah-rumah tradisional. Namun kini, sudah ada banyak bangunan di perkotaan yang menggunakan Jerami sebagai bahan bangunan terutama untuk bagian dinding.

Walaupun dikenal murah dan mudah dicari, Jerami tetap memiliki kualitas yang tidak main-main. Jika Anda menggunakan Jerami sebagai salah satu material bangunan hunian Anda, maka ruangan akan menjadi lebih sejuk serta bisa meredam suara. Menarik, bukan?

4. Mycelium

Material bangunan ini mungkin kurang familiar dengan Anda, karena aslinya material ini berasal dari jamur. Biasanya, mycelium akan dipanen, dikeringkan dan dibentuk menjadi sebuah bata yang kokoh untuk digunakan sebagai material bangunan.

5. Bambu

Material yang sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu ini dikenal tahan lama dan lentur, sehingga cukup populer di kalangan arsitek.

Selain memiliki bobot yang ringan namun tetap kokoh, bambu juga merupakan material yang tahan gempa. Sehingga sangat direkomendasikan untuk digunakan di wilayah yang rawan gempa atau potensi bencana serupa.

6. Tanah yang Dipadatkan

Material bangunan ramah lingkungan lainnya adalah tanah yang dipadatkan. Sebenarnya, material ini sudah biasa digunakan sebagai bahan pembangunan dinding atau lantai rumah sejak ribuan tahun lalu.

Dengan menggunakan material ini, dinding Anda akan menjadi lebih kuat seperti beton yang terbuat dari tanah. Selain itu, rumah akan terlihat lebih artistik karena tampilannya yang sangat alami.

7. Ashcrete

Ascrete merupakan salah satu material pengganti semen yang juga ramah lingkungan. Bahan ini berasal dari produk bekas pembakaran batu bara yang daya rekatnya lebih kuat dari bahan lainnya.

Daya rekat inilah yang akan membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan tahan lebih lama. Maka tidak heran jika banyak bangunan yang mulai melirik material ini sebagai bahan dasar pembangunannya.

Menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan memang solusi terbaik bagi Anda untuk ikut berperan mengatasi kerusakan lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan besi, Anda bisa mempercayakannya pada KPS Steel sebagai distributor besi bangunan yang berpengalaman dan profesional.

Untuk meyakinkan Anda dalam menggunakan material yang ramah lingkungan. Berikut beberapa alasan yang mendukung Anda menggunakan green property.

Alasan Menggunakan Material yang Ramah Lingkungan

Menggunakan green property atau material ramah lingkungan memang akan menambah nilai lebih bagi setiap bangunan. Berikut beberapa alasan pendukung mengapa Anda perlu menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan.

1. Melapisi Hunian dari Sinar UV

Ada beberapa keuntungan menggunakan green property atau material ramah lingkungan, salah satunya adalah hunian terlindungi dari sinar UV. Hal ini karena material yang ramah lingkungan memiliki lapisan anti sinar ultraviolet (UV) yang akan memantulkan sinar matahari kembali.

Jadi bukan hanya melindungi sinar UV masuk ke rumah. Jenis material ini juga dapat menurunkan suhu ruangan sampai 30%. Hasilnya udara akan lebih sejuk dari suhu asli.

2. Anti Karat

Alasan lain menggunakan material bangunan ramah lingkungan adalah anti karat. Selain itu, bahan bangunan ramah lingkungan juga terbukti bebas racun serta dapat didaur ulang kembali sehingga lebih hemat biaya.

Karena memiliki bahan yang anti karat, maka material ini cocok digunakan di wilayah beriklim tropis dengan kelembapan udara yang cukup tinggi.

3. Materialnya Kuat

Berbeda dengan yang lain, material bangunan yang ramah lingkungan cenderung lebih kuat dan tahan sampai 100 kg. Hal ini karena adanya gelombang mikro yang ada di sekitar permukaan material sehingga kekuatannya bertambah.

Bagi Anda yang menginginkan hunian yang kokoh dan tahan lama, tidak perlu takut menggunakan material ramah lingkungan. Karena saat ini green property juga sudah memiliki daya tahan yang tidak kalah dari bahan material lain.

Baca Juga: Perkiraan Biaya Bangun Rumah Minimalis

4. Pemasangan yang Mudah

Pemasangan material yang ramah lingkungan juga cukup mudah, sehingga akan lebih mengehemat waktu dan biaya menjadi lebih sedikit.

Cara pemasangannya ialah dengan memastikan ukurannya tepat supaya terpasang dengan rapat dan kuat. Serta jangan lupa gunakan rangka atap baja ringan agar material dapat terpasang lebih sempurna.

Berperan aktif dalam pencegahan kerusakan lingkungan memang tugas kita bersama dan salah satu caranya adalah beralih ke material bangunan ramah lingkungan. Dengan material ini, Anda tidak hanya ikut berperan dalam perlindungan pemanasan global, tetapi juga ikut serta membuat hunian yang ramah bagi bumi.

Sedangkan untuk membeli material lain yang digunakan pembangunan hunian, Anda bisa membelinya di  KPS Steel distributor besi bangunan yang berpengalaman dan profesional. Informasi dan pemesanan, silakan kunjungi laman hubungi kami.

Bagikan Artikel :