Perbedaan Usuk dan Reng Serta Gording pada Struktur Atap

Perbedaan Usuk dan Reng Serta Gording pada Struktur Atap KPS Steel Distributor Besi Jakarta

Tahukah Anda bagaimana perbedaan usuk dan reng serta gording pada struktur konstruksi atap? Jika dilihat dari bentuknya, atap rumah memiliki beberapa bagian. Mulai dari kuda-kuda, gording, tumpuan atap serta genteng yang menutupi atas rumah dari hujan dan terik matahari.

Dengan beberapa bagian tersebut atap rumah dapat tersusun rapi dan kokoh. Selain strukturnya, atap juga butuh perhitungan lebih rinci mengenai jarak komponennya. Anda tidak bisa bangun atap rumah tanpa perhitungan pemasangan komponen yang sesuai.

Jika perhitungannya tidak sesuai, maka genteng tidak akan bisa disusun secara rapi. Akibatnya, atap akan bocor ketika sudah memasuki musim hujan. Dengan berbagai struktur yang ada, Anda harus memahami perbedaan usuk dan reng serta gording secara menyeluruh.

Ketiga komponen itu jadi fondasi utama atap rumah agar dapat berdiri dengan kokoh. Agar lebih jelas, perbedaan ketiga komponen itu akan dijelaskan secara terpisah. Berikut penjelasan singkat mengenai Usuk, rangka Reng serta Gording di bagian atap rumah.

Mengenal Apa Itu Usuk Rumah

Pada dasarnya usuk rumah digunakan sebagai fondasi untuk menerima beban atap. Usuk atau juga bisa disebut sebagai tulang kayu digunakan untuk membentuk overstek. Beban dari rangka reng atap akan disalurkan ke bagian usuk dan ditahan langsung oleh Gording rumah.

Perbedaan usuk dan reng terletak di bagian penempatannya. Usuk dijadikan sebagai rusuk atap agar dapat menahan semua beban genteng. Tanpa adanya usuk, bagian atap rumah tidak akan bisa dibuat menjorok ke bawah karena susunannya memang dibuat untuk tempat reng.

Ada beberapa jenis kayu yang bisa digunakan sebagai usuk atap rumah. Beberapa di antaranya kayu mahoni, kayu usuk kelapa, kayu sengon, kayu usuk jati, kayu usuk bengkirai serta kayu usuk kruing. Biasanya kayu jati dipercaya sebagai usuk karena kualitasnya sudah terbukti kuat.

Selain penempatannya, perbedaan usuk dan reng juga terlihat ketika struktur atap sudah dibuat. Usuk menggunakan paku untuk dipasangkan ke bagian gording atap rumah. Jarak antara usuk biasanya 40-50 cm dengan tingkat kemiringan yang menyesuaikan struktur atap rumah.

Terkadang, usuk perlu dibor terlebih dahulu agar tidak pecah ketika sudah menjadi struktur atap. Usuk akan menjorok menyesuaikan kondisi atap rumah baik itu datar atau miring. Bangunan atap akan menyesuaikan rangka usuk sehingga bentuknya bisa dilihat dari luar rumah.

Mengenal Apa itu Reng di Atap Rumah

Lain halnya dengan usuk, reng bisa juga disebut sebagai fondasi utama genteng rumah. Tujuan pemasangan reng adalah mengatur penempatan jarak antar genteng agar susunannya terlihat kokoh. Tanpa dipasangkan reng, genteng rumah tidak akan bisa diletakkan secara rapi.

Rangka reng juga digunakan untuk memaksimalkan sambungan atap atas dengan kayu usuk. Jika dilihat dari fungsinya, reng dapat membantu gording, usuk dan pilar agar lebih kokoh. Perbedaan usuk dan reng sudah terlihat dari kegunaan dan fungsinya di bagian atap rumah.

Berdasarkan bentuk strukturnya, reng biasanya menyamping di bagian atas usuk. Tujuannya agar genteng bisa diletakkan di bagian atas rumah tanpa ada masalah. Jarak antara reng juga harus sesuai dengan ukuran genteng agar bisa tersusun rapi dan kokoh.

Reng bisa menggunakan kayu atau baja ringan menyesuaikan anggaran. Hal ini juga menjadi salah satu perbedaan usuk dan reng karena usuk tidak bisa digantikan dengan baja ringan. Beban dari atap atau reng genteng tidak bisa ditahan sepenuhnya oleh baja ringan.

Lain halnya dengan reng yang hanya butuh penempatannya saja agar bisa dipasangi genteng. Jika beban atap adalah atap, maka reng akan menjadi penopang dan usuk jadi pilarnya. Semua beban akan ditanggung usuk sebagai penahan reng agar dapat berdiri kokoh.

Baca Juga: Jarak Reng Baja Ringan untuk Atap Rumah

Mengenal Lebih Jauh Tentang Gording

Gording merupakan pilar yang membentuk struktur rangkaian atap. Letak gording berada di atas kuda-kuda dan difungsikan sebagai penahan beban atap. Perbedaan gording dan usuk adalah gording digunakan sebagai pilar sedangkan usuk akan menjadi penopangnya.

Urutannya, gording berada di bagian paling bawah dan dilapisi dengan usuk. Setelah itu, bagian usuk akan dilapisi dengan reng dan akhirnya dipasangi genteng sebagai lapisan atap. Perbedaan usuk dan reng serta gording bisa dilihat dari penempatannya juga.

Struktur atap rumah yang berbentuk limas itu disebut sebagai gording. Sedangkan lapisan dari atap yang menjorok ke bagian bawah di setiap sisinya itu disebut usuk. Lalu, lapisan genteng di atas bisa tersusun rapi karena ada reng yang menjadi penopangnya.

Gording juga tidak bisa dipasang tanpa perhitungan yang benar-benar matang. Struktur gording perlu menyesuaikan ukuran rumah dan rangkaian usuk. Dengan memperhatikan panjang ukuran usuk, gording bisa disamakan panjangnya agar struktur atap tersusun rapi.

Gording juga harus kokoh karena digunakan sebagai pilar atap bersama dengan kayu usuk. Dengan berbagai karakteristik yang ada, perbedaan usuk dan reng serta gording dapat terlihat jelas karena fungsinya masing-masing berbeda.

Baca Juga: Perbedaan Kanal C dan Hollow serta Reng Baja Ringan

Apakah Anda sudah memahami perbedaan antara usuk dan reng serta gording pada struktur atap? Jika Anda membutuhkan besi untuk melengkapi kebutuhan konstruksi bangunan, KPS Steel selaku Distributor Besi Jakarta terbaik menyediakan beragam jenis besi. Kunjungi laman produk kami untuk informasi selengkapnya. Bila Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dunia perbesian, konstruksi, dan inspirasi hunian, kunjungi blog KPS Steel

Bagikan Artikel :
Menu