Apa Saja Perbedaan TCT dan BMT? Kenali di Sini!

perbedaan tct dan bmt kps steel distributor besi pulau jawa dan bali

Istilah  TCT dan BMT banyak digunakan dalam industri baja ringan dan konstruksi bangunan. Belum banyak yang memahami perbedaan TCT dan BMT, maka itu kami akan membahasnya dalam artikel ini agar Anda bisa mengetahui makna berbeda dari kedua istilah tersebut.

Secara singkat, istilah TCT serta BMT akan memberi Anda informasi mengenai seberapa baik mutu baja ringan dan seberapa kuat baja tersebut. Jadi, simak hingga akhir untuk memahami cara pengukuran BMT dan TCT yang benar!

Apa itu TCT?

Sebelum memahami perbedaan TCT dan BMT, mari pahami terlebih dahulu pengertian dari istilah TCT. Total Coating Thickness, atau TCT, adalah istilah yang diartikan sebagai pengukuran ketebalan dengan cakupan lapisan-lapisan pada suatu baja ringan. 

Selain itu, istilah TCT juga digunakan untuk mengukur dan mengidentifikasi ketebalan dengan cakupan mulai dari lapisan logam, lapisan cat, hingga primer. Keunggulan tersebut membuat TCT berkedudukan lebih tinggi dibandingkan BMT.

TCT secara umum akan menjelaskan informasi ketebalan suatu baja ringan secara keseluruhan dengan mengukur substrat baja beserta lapisan logam, film cat, dan lapisan resin. 

Anda bisa mendapatkan Total Coating Thickness baja ringan yang ideal melalui KPS Steel sebagai Distributor Besi Pulau Jawa dan Bali. Profesional di KPS Steel akan membimbing Anda melakukan pengukuran yang tepat sehingga sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa itu BMT?

Untuk mengetahui perbedaan TCT dan BMT, Anda bisa melanjutkan dengan memahami pengertian dari BMT. 

Adapun kependekan dari Base Metal Thickness ini adalah istilah yang mengacu pada ketebalan logam dari segi struktural saja, jadi tidak turut mempertimbangkan faktor lain seperti warna hingga pelapis tambahan.

Menjadi standar pengukuran baja ringan dalam dunia konstruksi, Base Metal Thickness (BMT) akan mengukur substrat baja saat substrat masih belum ditambahkan dengan lapisan logam maupun cat. 

Perbedaan TCT dan BMT

Pengertian dari istilah TCT dan BMT telah Anda ketahui, sehingga Anda bisa memahami apa saja perbedaan antara keduanya. Adapun perbedaan dari kedua istilah tersebut dapat dilihat dari sisi bagaimana pengukuran ketebalannya dilakukan.

Untuk BMT atau Base Metal Thickness, ketebalan dasar suatu baja diukur sebelum terdapat pelapisan dengan resin, lalu Aluminium-Zinc atau pelapis karat, serta lapisan cat. Dalam pengukuran desain struktural dan desain biasa, BMT adalah indikasi yang menunjukkan kekuatan material secara akurat.

Sedangkan, istilah Total Coated Thickness atau TCT mengukur ketebalan suatu baja setelah terdapat pelapisan, baik dengan pelapisan resin, lapisan cat, maupun pelapis karat atau Aluminium-Zinc.

TCT sendiri tidak berkaitan dengan kekuatan inti baja. Namun, TCT tetap berperan dalam pencegahan karat suatu material. Jadi, TCT maupun BMT memiliki peran yang sama penting dalam kualitas dan kekuatan suatu baja ringan, hanya saja dengan fungsi yang tidak sama.

Mendapatkan TCT dan BMT yang ideal bisa Anda lakukan bersama KPS Steel sebagai Distributor Besi Pulau Jawa dan Bali. Panduan lengkap mengenai ukuran TCT maupun BMT akan diarahkan oleh profesional di bidangnya, sehingga proyek Anda bisa berjalan lebih mulus.

Cara Mengukur TCT dan BMT

Selain mengetahui perbedaan TCT dan BMT, Anda pun perlu memahami cara mengukur TCT serta BMT agar mendapatkan baja ringan dengan ketebalan yang pas. 

Sebagai konsumen, pastikan Anda telah memiliki sketsa kerja untuk baja ringan yang akan dipasang pada bangunan. Sebab, Anda bisa mendapatkan gambaran serta melakukan pengontrolan terkait kesesuaian desainnya melalui sketsa kerja tersebut.

1. Dua Ketebalan

Ketebalan dari material baja ringan menjadi hal penting untuk Anda ketahui. Terdapat dua peran penting yang akan menentukan ketebalan dari masing-masing material suatu baja ringan, yakni ketebalan pelat serta ketebalan coating. Berikut merupakan penjelasan ringkasnya:

  • Ketebalan Pelat

Aspek ini berkaitan pada kemampuan suatu produk dalam menahan muatan yang bekerja. Jika beban tersebut tidak sesuai tebalnya dengan perincian, maka produk atau profil akan mendapatkan tekanan sangat besar.

Ketebalan pelat menjadi ketebalan suatu baja yang dasar, dan bisa Anda ukur dengan Base Metal Thickness (BMT) yang menggunakan satuan milimeter.

  • Ketebalan Coating

Adapun aspek satu ini tidak seperti ketebalan pelat yang mengukur kemampuan produk menahan muatan, melainkan berkaitan pada kemampuan sebuah produk atau profil dalam daya tahannya ketika ada karat atau korosi. 

Ketebalan suatu lapisan coating kemudian akan menjadi pelindung struktur baja dasar. Anda dapat mengukur ketebalan coating menggunakan satuan milimeter. Bisa juga dengan satuan berat per m2 di tiap susunannya.

2. Langkah Pengukuran

Terdapat metode pengukuran kedua jenis ketebalan tersebut. Berikut merupakan penjelasan ringkasnya:

  • Mengukur Berdasarkan Panjang

Anda dapat menggunakan satuan milimeter, atau micron, jika mengukur ketebalan dengan mengacu pada panjangnya. Satuan tersebut sudah umum digunakan pada TCT ketika harus mengukur ketebalan.

Ketebalan coating bisa diketahui dengan mengurangi TCT dan BMT, yang rumusnya sebagai berikut:

Ketebalan Coating = TCT – BMT

Sebagai ilustrasi, ketika ketebalan pelat dengan TCT berukuran 0.85 mm serta BMT yang berukuran 0.8 mm, jadi pengukurannya adalah:

Ketebalan Coating = 0.85 mm – 0.8 mm = 0.05 mm

Hasil tersebut jika dalam micron adalah 50.

  • Mengukur Berdasarkan Berat

Cara kedua yang bisa Anda gunakan dalam mengukur adalah menjadikan berat sebagai acuan. Pengukuran ketebalan jika mengacu pada berat, maka akan mencakup baja ringan yang sedang dilindungi. Untuk satuannya akan menggunakan gram (per meter persegi).

Ilustrasinya, coating material baja ringan dengan nama galvanis memiliki berat 100 gram/m2. 

Dalam pengukuran ketebalan yang menggunakan satuan berat, Anda perlu memperhatikan dengan benar rincian produk yang sedang ditawarkan. 

Satuan TCT menjadi satuan yang umum dalam pengukuran, namun satuan tersebut tidak memberi uraian yang lengkap mengenai BMT yang digunakan.

Jika spesifikasi tidak ditentukan, maka produsen dalam pelaksanaannya lebih memilih untuk melakukan penebalan produk baja ringan atau profilnya. Lebih tepatnya, produsen akan menipiskan lapisan coating material tersebut. 

Penipisan lapisan coating dilakukan sebab harganya sangat tinggi, yakni hingga 60 persen dari total harga bahan baku.

Demikian perbedaan TCT dan BMT serta cara pengukurannya berdasarkan panjang dan berat. Untuk mendapatkan baja ringan dengan TCT serta BMT yang ideal, Anda bisa bekerja sama dengan distributor besi terpercaya seperti KPS Steel.

KPS Steel merupakan Distributor Besi Pulau Jawa dan Bali yang menyediakan berbagai jenis besi berkualitas. Mulai dari besi beton, plat besi, mata bor nachi, hingga pipa besi. Adapun produk unggulannya berupa Besi Beton Polos tersedia dalam berbagai ukuran.

Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut terkait kebutuhan besi dan baja dan pemesanan. Cek ragam besi yang tersedia di KPS Steel. Kunjungi laman blog KPS Steel untuk info terkini seputar konstruksi bangunan.

Bagikan Artikel :

Butuh Besi Untuk Kebutuhan Konstruksi?