Ketahui sebelum Rugi, Inilah Perbedaan Besi SNI dan Non-SNI!

perbedaan besi SNI dan non SNI KPS Steel distributor atap

Penting sekali bagi Anda untuk memahami perbedaan besi SNI dan non-SNI. Hal ini dilakukan agar Anda bisa memilih produk besi yang benar-benar berkualitas dan aman untuk digunakan. Jangan sampai tertipu dengan penawaran material besi yang menggiurkan padahal kualitasnya buruk. 

Material besi yang berkualitas bagus dan sudah memenuhi SNI pastinya jauh lebih baik untuk digunakan. Jenis besi seperti ini punya kekuatan yang bagus dan sangat aman untuk dipakai sesuai kebutuhan. Mari cari tahu apa sebenarnya perbedaan mendasar antara besi yang SNI dan non-SNI. 

Karakteristik Besi SNI

Besi SNI sebenarnya bisa diketahui lewat beberapa ciri. Sebelum membeli, pastikan Anda benar-benar memeriksa material besi tersebut secara teliti. Berikut adalah beberapa karakteristik besi SNI yang penting untuk Anda ketahui. 

  • Ada Label SNI

Tentu cara paling mudah untuk mengetahui apakah material besi sudah SNI atau belum adalah dengan melihat labelnya. Pemberian label ini merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pihak produsen. Label tersebut bahkan perlu dicetak dengan huruf timbul dan harus benar-benar jelas menggunakan warna permanen. 

Pada label ini Anda akan mendapatkan beberapa informasi penting. Label tersebut akan memuat inisial produsen, warna, nomor seri produksi, dan tentu saja ada nomor SNI di sana. 

  • Kekuatan sesuai Standar

Material besi yang sudah mendapat SNI berarti memiliki standar kekuatan yang lolos uji. Misalnya saja untuk besi polos, kekuatan standar ujinya adalah BJTP 24. Kemudian untuk jenis besi ulir bervariasi, mulai dari BJTS 30 hingga BJTS 40. 

Uji coba kekuatan besi ini dilakukan memakai alat bernama hardness tester. Anda bisa melihat kekuatan besi tersebut lewat label atau bisa dikonsultasikan langsung kepada pihak distributor besi. 

  • Memiliki Standar Ukuran

Selain standar kekuatan, besi SNI juga punya standar ukuran tertentu. Jadi besi SNI tidak dibuat sembarangan melainkan memakai aturan dimensi yang sudah ditentukan. Dalam hal ini Anda harus cermat memilih besi yang sudah benar-benar memenuhi standar. 

Setiap jenis besi akan memiliki standar ukuran yang berbeda tergantung kekuatannya. Misalnya untuk besi BJTP 10 biasanya harus memenuhi standar ukuran diameter 10cm. Jika ternyata kurang dari standar ukuran maka bisa dicurigai bahwa material besi tersebut belum SNI. 

  • Harganya Lebih Mahal

Salah satu perbedaan besi SNI dan non-SNI terletak pada harganya. Besi yang sudah mendapatkan SNI tentu memiliki kualitas yang jauh lebih baik jadi harganya juga lebih mahal. Jika ada besi yang dijual dengan harga terlampau murah maka patut dicurigai bahwa material tersebut belum memenuhi standar. 

Dari sekian banyak material besi yang bisa Anda jumpai, Anda bisa mempercayakan kebutuhan besi kepada KPS Steel. KPS Steel merupakan distributor besi yang tepercaya dan memiliki kualitas terbaik. Produk besinya juga sudah SNI dan terdiri dari banyak pilihan ukuran serta tipe yang bisa disesuaikan kebutuhan Anda. 

Karakteristik Besi Non-SNI

Jika sudah memahami karakteristik dari besi SNI maka Anda juga harus paham ciri-ciri besi yang non-SNI. Dari sini barulah Anda bisa memahami lebih jelas perbedaan besi SNI dan non-SNI sehingga tidak akan tertipu. Berikut beberapa karakteristik yang bisa Anda jumpai pada material besi non-SNI. 

  • Kualitas Di Bawah Standar

Ciri pertama, tentu saja besi non-SNI memiliki kualitas yang ada di bawah standar. Dalam hal ini mungkin perlu dilakukan beberapa pengujian. Namun Anda juga bisa berkonsultasi langsung kepada pihak toko atau distributor untuk mengetahui lebih jauh tentang mutu atau kualitas besi yang akan dibeli. 

  • Toleransi Ketebalan Lebih dari 0,6mm

Besi dengan kualitas yang buruk atau besi palsu biasanya memiliki toleransi ketebalan lebih dari 0,6mm. Anda bisa langsung mengukur dan melihatnya secara langsung. Jika toleransi ketebalannya memang cukup tinggi atau lebih dari 0,6mm maka patut dicurigai besi tersebut non-SNI. 

  • Tidak ada Label SNI

Tentu saja besi non-SNI tidak akan memiliki label SNI seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Biasanya besi seperti ini juga tidak didistribusikan dengan merek. Jadi Anda akan kesulitan mengetahui label serta informasi besi karena tidak ada informasi yang tertera. 

  • Harga Lebih Murah

Perbedaan besi SNI dan non-SNI memang tidak hanya terletak pada kualitas serta kekuatan tapi juga pada harga. Jika Anda mendapatkan penawaran harga yang sangat murah maka jangan senang dulu. Justru Anda perlu curiga karena bisa saja ini menjadi indikasi bahwa besi tersebut merupakan besi non-SNI yang kualitasnya buruk. 

Perbedaan Besi SNI dan Non-SNI

Dari perbandingan karakteristik besi SNI dan non SNI tadi pastinya Anda sudah bisa menarik beberapa kesimpulan. Kedua jenis besi ini memang jelas-jelas memiliki banyak perbedaan. Anda sebagai pembeli atau pengguna sebaiknya memahami semua perbedaan tersebut agar tidak tertipu. 

Sebelum membeli, Anda perlu membandingkan kualitas dari besi yang Anda temukan. Secara garis besar, berikut ini beberapa perbedaan besi SNI dan non-SNI yang bisa Anda jadikan acuan saat harus membeli material besi. 

  • Adanya Label SNI

Perbedaan pertama adalah label yang ada pada material besi. Label ini menjadi poin penting yang sangat mudah untuk Anda periksa ketika akan membeli besi. Jika besi tersebut sudah SNI maka bisa dipastikan ada labelnya. Label tersebut bahkan dibuat timbul dan permanen sehingga tidak mudah dihilangkan. 

Pada jenis besi non-SNI, Anda tidak akan menemukan label tersebut. Jika memang ada labelnya, maka pembuatan label akan dilakukan asal-asalan karena data yang ada di dalamnya palsu. Apalagi kode SNI yang seharusnya diperoleh besi-besi dengan kualitas memenuhi standar.

  • Kekuatan Besi

Selanjutnya kekuatan besi SNI dan non-SNI akan sangat berbeda. Tentu besi SNI memiliki kekuatan yang jauh lebih baik daripada besi tanpa SNI. Kekuatan ini akan sangat berpengaruh terhadap daya tahan pemakaian besi itu sendiri. 

Jika Anda menggunakan besi SNI dengan kekuatan yang bagus sesuai standar maka daya pakainya juga akan lebih lama. Jadi jangan ragu untuk menanyakan masalah kekuatan besi ini agar bisa memilih material terbaik. Apalagi jika Anda akan menggunakan besi tersebut dengan kapasitas yang besar. 

  • Perbandingan Harga

Anda juga bisa melihat perbedaan harga yang cukup mencolok antara besi SNI dan non-SNI. Besi yang SNI biasanya dipasarkan dengan harga yang lebih mahal. Jika penawaran harganya terlalu murah, jangan senang dulu karena bisa jadi itu merupakan material besi yang tidak berkualitas alias besi banci. 

Kini Anda sudah memahami perbedaan besi SNI dan non-SNI. Pastikan untuk lebih berhati-hati dan pilihlah produk besi dari KPS Steel. Distributor besi Pulau Jawa dan Bali ini sangat profesional dan memiliki produk besi berkualitas terbaik. Hubungi kami untuk mendapat informasi lebih lengkap mengenai besi berkualitas dan pastinya sudah SNI.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait