Kegunaan Besi Tulangan Sloof & Cara Menghitung Kebutuhan

besi-tulangan-kps-steel-distributor-besi-jakarta

Dalam pembangunan konstruksi, besi tulangan sloof memiliki peran sangat penting. Tanpa adanya tulangan sloof, ketahanan konstruksi akan jauh lebih rendah. Bahkan, akan sangat rentan terhadap segala bentuk goncangan. Perlu diketahui bahwa sloof merupakan bagian yang penting pada konstruksi rumah untuk menahan beban rumah. Sloof juga merupakan elemen yang tertanam tepat di atas pondasi.

Bagi para pekerja, sloof tidak bisa dibuat dengan asal-asalan. Kesalahan kecil bisa menyebabkan kerusakan parah. Bahkan, rumah tidak akan bisa berdiri secara sempurna karena tidak adanya penahan beban.

Baca Juga: Mengganti Besi Tulangan dengan Wiremesh

Apa Itu Besi Tulangan Sloof?

Secara teknis, sloof merupakan bagian dari struktur bangunan yang letaknya berada di atas pondasi. Oleh sebab itu, bagian ini juga tertanam dalam tanah. Beberapa orang menyebut sloof sebagai tie beam. Konstruksi rumah membutuhkan penahan beban yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Bagian ini diperankan oleh tie beam sehingga dalam proses konstruksi, bangunan tidak akan mudah terguncang.

Pada umumnya, bagian ini akan terbuat dari beberapa formasi yang tersusun secara khusus. Kemudian, beton bertulang akan diletakkan tepat di atas pondasi dan bagian ini biasanya ditanam. Saat ini, bagian struktur bangunan tersebut lebih banyak menggunakan beton bertulang. Selain karena lebih praktis, tapi juga telah memenuhi standard. Itulah mengapa beton bertulang cukup banyak dijual.

Jenis-Jenis Sloof yang Perlu Diketahui

Secara teknis, ada 3 jenis tie beam. Setiap tie beam jelas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, untuk lebih jelasnya, maka perhatikan uraian mengenai jenis-jenis tie beam.

1. Beton bertulang

Kebanyakan konstruksi rumah menggunakan beton bertulang. Biasanya, ukurannya adalah 15-20 cm dan juga sering diaplikasikan pada balok pengikat pondasi. Jenis ini memiliki tingkat kekuatan yang lebih baik.

2. Batu bata

Batu bata merupakan salah satu material yang sudah sangat umum. Beberapa orang menggunakan batu bata sebagai tie beam. Namun, faktanya beberapa orang menilai bahwa batu bata kurang efektif.

3. Kayu

Meskipun dari sisi daya tahan lebih lemah dari 2 jenis sebelumnya, tapi penggunaannya cukup banyak. Rumah panggung adalah jenis konstruksi yang paling cocok menggunakan tie beam kayu.

Fungsi Besi Tulangan Sloof

Pada dasarnya, fungsi utamanya adalah menahan beban dinding. Namun, tentu masih ada beberapa fungsi lain. Konstruksi rumah juga pastinya perlu dipersiapkan sehingga rumah bisa memiliki masa pakai lebih lama. Perlu dipahami bahwa karena sifatnya lebih kokoh, maka dinding juga bisa terhindar dari keretakan. Umumnya, keretakan bisa terjadi kapan saja. Apalagi jika ada goncangan besar seperti gempa.

Fungsi lainnya adalah sebagai penahan bahan pengeruk tanah. Hal ini sangat penting karena pekerjaan lantai sangat rentan. Dengan begitu, rumah juga tidak akan mengalami ambles.

Cara Menghitungnya dengan Benar

Perlu diketahui bahwa pekerjaan ini membutuhkan satuan meter kubik (m3). Namun, ada pekerjaan lain yang tidak bisa dipisahkan. Oleh sebab itulah ada RAB sebagai kalkulasi besaran biaya yang dibutuhkan. Untuk menghitungnya maka harus memperhatikan ukuran, diameter besi pokok, hingga jarak pemasangan. Ketika ada kesalahan dalam penghitungan, maka akan membuat konstruksi mengalami masalah yang cukup serius.

Proses penghitungannya memang sedikit rumit. Namun, Anda juga tidak perlu melakukan hal ini sendirian. Ada kontraktor yang telah memiliki keahlian dalam membangun sebuah konstruksi rumah.

Baca Juga: Mengenal Besi Tulangan Beton untuk Konstruksi

Jika Anda tertarik untuk mempelajari informasi yang lebih lengkap mengenai beragam jenis besi, kunjungi blog kami untuk info terbaru. Kunjungi juga laman produk kami untuk informasi mengenai produk besi di KPS Steel. Anda juga dapat melakukan pemesanan, hubungi kami melalui WhatsApp.

Bagikan Artikel :
Menu