Inilah Fungsi Mesin Bubut dan Prinsip Kerjanya

fungsi mesin bubut KPS Steel distributor besi

Mesin bubut merupakan alat yang dibutuhkan dalam berbagai industri seperti pesawat terbang hingga otomotif. Sebab, fungsi mesin bubut krusial dalam membentuk berbagai komponen dari produk yang dihasilkan oleh industri tersebut.

Misalnya, pada industri otomotif yang membutuhkan mesin bubut untuk membentuk poros engkol hingga memulihkan suku cadang. Mesin ini sangat serbaguna sehingga mendapatkan julukan ‘mother of all machines’.

Bagi Anda yang memiliki bisnis di industri tertentu, penting untuk memahami lebih lanjut fungsi dari mesin bubut serta prinsip kerjanya berikut ini!

Fungsi Mesin Bubut

Sebelum membahas fungsi dari mesin bubut, Anda perlu mengetahui apa itu mesin bubut. 

Mengutip dari Testbook, mesin bubut merupakan alat yang digunakan untuk membuang material tidak dibutuhkan dari suatu benda kerja yang berputar dalam bentuk serpihan. 

Benda kerja tersebut berputar pada cengkeraman, lalu disayat menggunakan mata pisau yang melintasi benda kerja dan masuk ke dalamnya sesuai pengaturan mesin. 

Mesin bubut akan melakukan segala operasi dasar yang diperlukan dengan dukungan berbagai perkakas yang terdapat pada area kerja. Contohnya, mulai dari pengeboran (drilling), penggergajian (sawing), hingga pembubutan (turning). 

Hal tersebut membuat mesin bubut dijuluki sebagai ibu dari segala mesin. Adapun berbagai fungsi dari mesin bubut berdasarkan sistem operasinya bisa Anda simak sebagai berikut:

  • Grooving 

Pada operasi grooving, mesin bubut akan mengurangi diameter luar benda kerja agar berubah menjadi diameter yang lebih kecil. 

Fungsi mesin bubut ini diterapkan pada pembentukan yang memerlukan rongga sempit dan kedalaman tertentu, seperti kerucut hingga silinder. Alat pemutar mesin memotong dalam satu arah saja. Terdapat tiga jenis alur pada fungsi grooving, yakni miring, kotak, dan juga bulat.  

  • Turning 

Turning, atau bisa disebut juga pembubutan, merupakan proses mengecilkan diameter luar suatu benda kerja yang berbentuk silinder. Proses dilakukan dengan menerapkan pahat potong satu titik.

Contoh berbagai proses pada fungsi turning yaitu pembubutan lancip, pembubutan lurus, lalu pembuatan profil benda kerja, hingga memproses alur eksternal benda kerja.

Material besi yang dibentuk silinder akan melalui proses turning. Anda bisa menggunakan material besi berkualitas dari KPS Steel untuk mengoptimalkan hasilnya.

  • Knurling

Untuk fungsi knurling pada mesin bubut umumnya melibatkan pembuatan pola yang timbul. Pola tersebut biasanya akan berbentuk berlian. Proses knurling pada benda kerja bertujuan untuk memberikan permukaan cengkeraman yang nyaman.

  • Tapping 

Selanjutnya, terdapat fungsi mesin bubut bernama tapping yang mengacu pada proses membuat lubang berulir pada benda kerja. Lubang tersebut akan digunakan untuk menampung baut, sekrup, atau komponen pengencang sejenis. 

Proses tapping melibatkan alat pemotong bernama tap. Alat tersebut pada dasarnya merupakan sekrup yang berasal dari material keras. Terdapat heliks atau seruling lurus di dalamnya yang melakukan proses pemotongan.

  • Facing 

Operasi facing adalah ketika mesin bubut melakukan proses pengurangan panjang pada keseluruhan benda kerja. Hasil dari proses ini yaitu permukaan yang datar. Alat yang digunakan pada mesin adalah alat pemutar pada umumnya.

  • Drilling 

Untuk membuat lubang silinder, Anda bisa menerapkan fungsi drilling atau pengeboran. Proses dilakukan dengan memutar ujung tombak bor. Kemudian, alat yang berfungsi sebagai mata bor akan dipasang pada titik mati (tailstock) sebagai pengganti tiang pada alat.

  • Boring

Anda juga bisa memperbesar lubang yang sebelumnya telah dibor menggunakan operasi boring. Tujuan dari operasi ini biasanya untuk menciptakan alur interior yang melingkar pada benda kerja. 

Lubang dapat dibor secara lurus (counter-boring) ataupun secara meruncing (taper-boring). Pemasangan alat bor ketika dioperasikan berada pada tailstock. 

  • Reaming

Berikutnya, terdapat fungsi mesin bubut bernama reaming. Fungsi ini merupakan proses pengukuran dan juga penyelesaian lubang yang telah dibor. 

Alat bernama reamer digunakan secara khusus pada operasi ini. Reamer memiliki beberapa ujung tajam untuk mendukung fungsi pengukuran.

Bila ingin menggunakan material besi pada proses reaming, pilih besi mutu terbaik dari KPS Steel.

  • Chamfering 

Mesin bubut juga bisa digunakan untuk membuat sudut atau tepi miring secara simetris pada sebuah objek. Fungsi tersebut bernama chamfering. 

Tujuan melakukan chamfering adalah melindungi bagian ujung benda kerja dari kerusakan. Chamfering akan menghilangkan gerinda dari permukaan yang sebelumnya tidak rata, sehingga mendapatkan hasil permukaan yang rata. 

  • Thread Cutting

Operasi satu ini membuat alur heliks pada permukaan benda kerja yang berbentuk silinder atau kerucut. Proses dilakukan dengan mengumpankan pahat menggunakan alur memanjang. Jenis ulir yang dihasilkan diperoleh dari menggerakkan mesin secara memanjang.

  • Parting 

Proses permesinan bernama parting akan menghasilkan potongan pada benda kerja di akhir siklus permesinan. Proses berlangsung ketika benda kerja berputar. Terdapat pahat yang telah memiliki bentuk tertentu lalu menembus benda kerja ke arah tegak lurus dar sumbu putar.

  • Forming 

Mesin bubut juga bisa menghasilkan bentuk cembung, cekung, ataupun asimetris sejenis lainnya melalui proses forming. Proses dilakukan dengan alat pembentuk khusus maupun menggunakan templat.

Namun, umumnya proses menggunakan alat pembentuk yang melingkar dan lurus. Tipe alat melingkar untuk menghasilkan permukaan yang sempit. Sedangkan, tipe alat lurus untuk permukaan yang lebih lebar.  

  • Polishing 

Proses ini biasanya berada pada tahap terakhir. Permukaan luar ataupun dalam pada benda kerja akan dihaluskan setelah seluruh operasi permesinan selesai. Mesin akan beroperasi dengan kecepatan 1500 hingga 18000 RPM dan dibantu oleh amplas agar permukaan mulus.

Prinsip Kerja Mesin Bubut

Berbagai fungsi mesin bubut tersebut dilakukan dengan menerapkan berbagai prinsip kerja. Berikut lima prinsip kerja mesin bubut yang perlu Anda ketahui:

  • Operasi mesin bubut dilangsungkan berdasarkan prinsip berupa memutar benda kerja dan juga alat pemotong yang tetap. Benda kerja akan ditahan di antara dua penyangga yang kuat dan kaku, biasanya disebut pusat ataupun chuck. 
  • Mesin bubut akan menghilangkan material tidak dibutuhkan dari benda kerja yang dibuat berputar dan  berbentuk serpihan. Terdapat alat yang melintang dan bisa masuk ke dalam benda kerja sesuai pengaturan fungsinya.
  • Operasi pemotongan normal pada mesin dilakukan menggunakan pahat pemotong yang dibuat sejajar ataupun tegak lurus dari sumbu kerja.
  • Alat pemotong bisa diarahkan pada sudut relatif  dari sumbu kerja yang difungsikan untuk pemesinan sudut dan alat ukur sudutnya.
  • Prinsip kerja mesin bubut secara sederhana intinya mengenai menghilangkan bagian dari benda kerja agar mendapatkan bentuk yang diinginkan. Caranya dengan memutar benda kerja dengan kecepatan tertentu berdasarkan proses input alat yang bergerak sejajar sesuai sumbu rotasi benda kerja.

Demikian berbagai fungsi mesin bubut serta prinsip kerjanya yang bermanfaat untuk Anda ketahui. Fungsi-fungsi tersebut dibutuhkan oleh berbagai industri untuk menciptakan komponen produk industri yang sesuai dengan kebutuhan.

Material besi juga bisa dibentuk sedemikian rupa dengan mesin bubut. Untuk memastikan besi tidak merusak mesin dan mendukung pengoperasiannya, Anda bisa menggunakan produk besi kualitas terbaik dari KPS Steel.

Sebagai Distributor Besi Pulau Jawa dan Bali, KPS Steel akan memenuhi berbagai kebutuhan besi Anda dengan jaminan mutu yang memuaskan. Produk yang tersedia bervariasi, mulai dari besi beton hingga besi profil.

Segera hubungi kami untuk konsultasi dan pemesanan produk besi berkualitas demi memenuhi kebutuhan industri Anda!

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait