Ingin Membuat Detail Penulangan Kolom? Ketahui 3 Hal Ini

penulangan beton pada bangunan kps steel distributor besi pulau jawa dan bali

Detail penulangan kolom adalah proses penempatan baja tulangan di dalam kolom beton untuk memberikan dukungan struktural yang lebih kuat. 

Fungsi utamanya adalah untuk menahan beban yang diterima oleh kolom, baik itu beban dari atas bangunan (vertikal) maupun beban samping (lateral) akibat angin atau gempa. 

Dalam proses penulangan, setiap elemen seperti ukuran, jumlah, dan penempatan baja tulangan harus diperhitungkan dengan teliti. Hal ini penting karena kesalahan dalam penulangan dapat berakibat fatal, seperti keruntuhan struktur.

Pada artikel ini, Anda akan mengetahui setiap detail mengenai pemilihan material dan teknik pemasangan penulangan kolom.

Material Penyusun Detail Penulangan Beton

Ada enam material penyusun detail penulangan kolom yang dapat mempengaruhi efisiensi dan keberlanjutan proyek konstruksi Anda, seperti:

1. Beton

Beton memberikan kekuatan tekan pada struktur. Beton terbuat dari campuran semen, air, pasir, dan agregat. Proporsi campuran ini penting untuk menentukan kualitas beton.

Semen bertindak sebagai pengikat, sedangkan air memicu reaksi kimia yang mengeras dan mengikat campuran. 

2. Pasir

Pasir berperan sebagai agregat halus dalam campuran beton. Pasir membantu mengurangi celah atau ruang kosong dalam campuran, sehingga meningkatkan kepadatan dan kekuatan beton. 

Jenis pasir yang digunakan harus bersih dari kotoran seperti tanah liat atau bahan organik, karena kotoran dapat mengurangi kekuatan adhesi antara semen dan agregat.

3. Agregat

Agregat kasar, biasanya berupa batu kerikil atau batu pecah, memberikan kekuatan kompresi pada beton. Agregat ini harus kuat, tahan lama, dan bebas dari zat yang dapat mempengaruhi pengerasan beton. 

4. Semen

Semen berfungsi menyatukan agregat dan pasir, membentuk massa yang keras dan kokoh setelah mengering. Semen Portland, misalnya, adalah pilihan umum karena kekuatan dan daya tahannya. 

Proporsi semen dalam campuran beton harus tepat. Terlalu banyak semen dapat menyebabkan retakan karena penyusutan, sedangkan terlalu sedikit akan mengurangi kekuatan beton. 

5. Air

Air memicu reaksi kimia dengan semen yang menghasilkan pengerasan. Rasio air terhadap semen (water-cement ratio) penting diperhatikan dalam menentukan kekuatan beton. 

Air yang digunakan untuk membuat detail penulangan kolom beton harus bersih dan bebas dari zat yang dapat mengganggu proses pengerasan beton.

6. Baja Tulangan

Baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki oleh beton. Baja tulangan biasanya berbentuk batang dengan permukaan yang bergelombang untuk meningkatkan adhesi dengan beton. 

Baja harus tahan terhadap korosi dan harus dipasang dengan benar untuk memastikan distribusi beban yang efektif. Ukuran, jumlah, dan pola penempatan baja tulangan harus dirancang dengan hati-hati sesuai dengan beban yang akan ditanggung oleh struktur.

Struktur Detail Penulangan Beton

Terdapat beberapa aspek penting terkait struktur detail penulangan. Berikut adalah daftar dan penjelasan ringkasnya:

1. Proporsi Tulangan

Persentase tulangan dalam kolom harus berada di antara 1% dan 8%. Kolom yang didesain khusus untuk ketahanan gempa, proporsi maksimalnya ditetapkan pada 6%. 

Proporsi tulangan yang sesuai penting untuk memastikan bahwa kolom mempunyai kekuatan tarik yang memadai untuk menopang beban struktural dan gempa.

Kadang kala, tulangan yang digunakan kurang dari persentase minimum, seperti penggunaan 4D13 pada kolom ukuran 250 × 250 mm dengan proporsi tulangan 0.85%.

2. Ukuran Penampang Kolom

Kolom beton bertulang yang dibuat untuk tahan terhadap gempa harus memiliki ukuran minimal sebesar 300 mm. Dalam hal ini, rasio ukuran paling kecil kolom terhadap ukuran pada arah yang berlawanan harus setidaknya 0.4. 

Contoh, kolom berbentuk persegi dengan sisi paling kecil 300mm tidak boleh mempunyai ukuran pada sisi lainnya melebihi 750 mm. Hal ini diperlukan agar kolom memiliki kapasitas yang memadai dalam menahan beban, termasuk beban gempa.

Jika Anda membutuhkan besi berkualitas untuk membuat detail penulangan kolom bangunan, Anda bisa melihat berbagai produk yang tersedia di KPS Steel.

3. Ketebalan Lapisan Beton

Ketebalan lapisan beton penting untuk memastikan tulangan baja terlindungi dari pengaruh eksternal seperti korosi.

Ketebalan standar yakni 40 mm, dengan variasi 10 mm untuk diameter tulangan yang 200 mm atau kurang, dan 12 mm untuk diameter yang lebih besar.

4. Penggunaan Sengkang

Pemasangan sengkang harus mengikuti standar yang diatur oleh SNI. Sengkang tidak hanya penting untuk menahan gaya geser, tetapi juga membantu mengikat tulangan utama dan inti beton dalam menghadapi gaya aksial besar.

5. Jarak Antar Tulangan

Jarak antara tulangan pada detail penulangan kolom tidak boleh melebihi 150 mm. Jarak yang lebih jauh dapat berisiko menyebabkan kolom ambruk di bawah beban. 

Jarak yang umumnya disarankan berkisar antara 120 hingga 150 mm, tergantung pada perhitungan struktural.

7. Pemasangan Pipa dalam Kolom Beton

Pipa atau saluran yang tidak bereaksi dengan beton dapat ditempatkan dalam kolom beton asalkan area yang ditempati tidak lebih dari 4% dari luas penampang kolom. 

Pipa aluminium harus dilapisi sebelum dimasukkan ke dalam beton untuk mencegah reaksi dengan beton atau baja tulangan.

8. Mutu Beton dalam Konstruksi Bangunan Tinggi

Dalam pembangunan gedung tinggi, sering kali kolom dan pelat lantai dirancang dengan mutu beton yang berbeda. Sebagai contoh, pelat lantai mungkin menggunakan beton dengan mutu fc’25 MPa, sedangkan kolom menggunakan fc’40 MPa. 

Saat pengecoran lantai, bagian kolom yang bertemu dengan lantai akan dicor sesuai mutu beton pelat, yaitu 25 MPa.

Aplikasi Detail Penulangan Beton

Aplikasi konstruksi detail penulangan kolom beton bertulang mencakup berbagai aspek, mulai dari desain hingga pelaksanaan di lapangan.

Tujuan desain dalam konstruksi beton bertulang melibatkan pengaturan sistem struktur yang efisien dan ekonomis. Ini termasuk pemilihan model struktur yang tepat dan penataan elemen struktur seperti kolom dan balok. 

Selain itu, menentukan dimensi struktural, ukuran penampang komponen struktur, dan tebal selimut beton juga merupakan bagian penting dari proses desain.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa struktur yang dibangun tidak hanya kuat dan stabil, tetapi juga memenuhi persyaratan estetika dan fungsional.

Kriteria desain yang harus dipenuhi meliputi keselamatan, kekuatan, dan stabilitas struktur. Struktur dan elemen strukturnya harus didesain dengan batas-batas keamanan yang memadai untuk menghindari kegagalan struktur. 

Proses desain beton bertulang sering kali melibatkan metode trial-and-error dan memerlukan keputusan perancang yang cermat. 

Ini termasuk membuat estimasi awal elemen, menghitung properti penampang elemen, analisis struktural, dan menghitung kekuatan tulangan yang diperlukan.

Dalam aplikasi konstruksi, berbagai jenis elemen struktural seperti balok, plat, dan kolom beton bertulang dirancang dan dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip ini.

Dengan memahami detail penulangan kolom, Anda dapat memastikan bahwa struktur yang dibangun tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga efisien dalam penggunaan materialnya. 

Untuk memenuhi kebutuhan besi berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar penulangan kolom, kunjungi KPS Steel sebagai Distributor Besi Pulau Jawa dan Bali

Dengan berbagai pilihan produk besi, KPS Steel siap memenuhi kebutuhan proyek konstruksi Anda dengan efisien dan ekonomis. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!

Pelajari beragam informasi seputar besi dan konstruksi bangunan melalui laman blog KPS Steel.

Bagikan Artikel :

Butuh Besi Untuk Kebutuhan Konstruksi?