Tahu Bedanya? Ini Notasi Besi Ulir dan Polos

notasi besi beton ulir dan polos KPS Steel distributor besi

Notasi besi ulir dan polos merupakan salah satu elemen penting yang harus ada di dalam material proses pembangunan. Tanpa adanya kedua material ini sulit ini membangun struktur bangunan yang kokoh.

Jenis besi beton ini banyak digunakan dalam konstruksi agar bangunan tersebut mampu menahan beban lebih. Meski begitu, keduanya memiliki bentuk dan kegunaan yang cukup berbeda.

Mengenal Besi Ulir dan Polos

Besi ulir memiliki bentuk berupa permukaan spiral yang digunakan untuk menambah kekuatan serta menyangga keseimbangan struktur pada bangunan. Beberapa proyek pembangunan yang membutuhkan material ini misalnya seperti jembatan, gedung pencakar langit, hingga tower listrik.

Sedangkan untuk besi polos adalah jenis beton dengan permukaan rata dan tidak memiliki permukaan ulir. Permukaannya cukup mulus dan licin sehingga banyak digunakan sebagai tulangan struktur bangunan kecil maupun besar.

Jenis besi beton ini masing-masing memiliki keunggulan yang mampu menahan beban pada struktur bangunan. Salah satunya ialah memiliki daya ikat yang kuat sehingga bangunan mampu menahan beban agar tetap kokoh.

Perbedaan Besi Ulir dan Polos

Kedua jenis ini memang bagian dari besi beton dengan perbedaan dari permukaan yang berulir ataupun rata. Tidak hanya itu, keduanya juga memiliki berbagai perbedaan yang cukup signifikan sebagai berikut:

  • Bentuk Profil

Sekilas, sudah dijelaskan bagaimana bentuk permukaan dari notasi besi ulir dan polos yang memang pada dasarnya cukup berbeda. Anda pun akan bisa langsung mengenalinya tanpa harus menyentuhnya.

Jika dilihat dari sekilas, besi ulir memiliki permukaan bertekstur sehingga terasa kasar saat permukaannya dipegang. Berbeda halnya dengan besi polos yang memiliki permukaan rata, sehingga saat dipegang bentuk profilnya terasa licin.

  • Mutu

Perbedaan selanjutnya dapat Anda lihat dari mutu termasuk daya tarik setiap notasi besi ulir dan polos. Besi ulir memiliki standar mutu di angka 40 dengan daya tarik sekitar 40kg/mm2.

Besi polos memiliki standar mutu sebesar 37 dengan daya tarik mencapai 37 kg/mm2. Kualitas tersebut tentunya terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan standar mutu besi ulir.

  • Kode Material

Untuk mengetahui perbedaan besi polos dan ulir sebelum membelinya, perlu Anda ketahui juga kode dari masing material. Pada notasi besi ulir, kode materialnya menggunakan tulisan simbol D yang merupakan singkatan dari diameter.

Sedangkan untuk besi polos memiliki kode material dengan simbol Ø. Biasanya besi ini akan tertulis seperti Ø12, Ø16, dan seterusnya. Begitu pula kode material pada besi ulir seperti D19, D22, dan seterusnya.

  • Ragam Ukuran

Melihat berbagai macam kode material seperti yang disebutkan di atas, dapat Anda ketahui bahwa besi beton ini juga terdiri dari pilihan ukuran yang beragam. Sehingga nantinya Anda bisa menentukan jenis dan ukuran besi agar pemasangannya tepat sesuai kebutuhan.

Menurut tabel resmi, besi ulir memiliki 11 macam ukuran mulai dari D13 mm hingga paling besar D41 mm. Sedangkan besi polos mempunyai 15 macam ukuran dari terkecil kecil Ø6 mm hingga paling besar Ø39 mm.

  • Fungsi

Jika dilihat dari segi fungsinya, beda jenis besi beton tentu beda pula fungsi dari keduanya. Hal ini dapat dilihat dari segi fungsi yang terletak dari ruang lingkup kegunaannya.

Besi ulir umumnya berfungsi sebagai tulangan utama pada bangunan besar karena memiliki daya ikat dan tarik yang sangat kuat. Sedangkan besi polos berfungsi sebagai tulangan pada struktur bangunan skala kecil atau sederhana, mengingat daya tariknya yang lebih kecil.

  • Pemasangan

Perbedaan lainnya juga bisa Anda rasakan dari proses pemasangan antara notasi besi ulir dan polos. Umumnya, pemasangan besi ulir pada struktur bangunan jauh lebih kompleks karena memerlukan peralatan khusus seperti obeng ulir.

Sementara itu, pemasangan besi polos sedikit lebih sederhana karena diperuntukkan pada struktur bangunan skala kecil. Sehingga untuk pemasangannya bisa Anda gunakan dengan peralatan biasa di rumah.

  • Harga

Untuk membandingkan harga, kedua besi beton ini memiliki tingkatan yang cukup berbeda. Seperti harga besi ulir yang relatif lebih mahal karena banyak digunakan untuk proyek bangunan skala besar.

Sedangkan harga besi polos relatif terjangkau karena jumlah pesanan yang lebih sedikit dibandingkan besi ulir. Besaran harga ini juga tentu dapat dipengaruhi dari kualitas yang ditawarkan dari masing-masing besi beton.

  • Ketahanan

Perbedaan terakhir yang bisa Anda rasakan dari penggunaan besi ulir dan polos adalah ketahannya. Untuk jenis besi ulir, material bangunan ini memiliki ketahan mencapai 400 Mpa.

Sedangkan untuk jenis besi polos, ketahanannya cukup rendah yakni sekitar 240 MPa saja. Jika Anda ingin meningkatkan ketahanannya, sebenarnya bisa dengan memakai jenis wiremesh yang kuat.

Notasi Besi Ulir dan Polos

Dari penjelasan di atas, Anda sudah mengetahui sekilas simbol dari masing-masing jenis besi beton ini. Selengkapnya bisa Anda lihat penjelasan terkait notasi pada besi ulir dan polos.

  • D: Notasi Besi Ulir

Seperti yang Anda ketahui, simbol material dari besi ulir adalah huruf D, yaitu deform yang berarti permukaannya berprofil. Sehingga setiap Anda melihat bentuk besi dengan simbol huruf D, maka sudah bisa dipastikan bentuk permukaannya tidak rata alias berulir.

Sebagaimana contohnya, jika Anda menemukan besi ulir dengan keterangan D12-500, besi tersebut memiliki diameter 12mm dengan jarak 500mm. Kemudian jika Anda menemukan simbol 4D12, itu berarti besi ulir yang dibutuhkan ialah berjumlah 4 dengan diameter 12mm.

  • Ø: Notasi Besi Polos

Simbol Ø merupakan notasi dari jenis besi polos yang menandakan permukaan besi tersebut rata dan tidak berbentuk spiral. Agar tidak salah dalam melakukan pembelian besi polos, maka Anda bisa memastikan semua besi yang digunakan memiliki simbol tersebut.

Contoh penulisan diameternya juga cukup sederhana, seperti contoh Ø6, Ø12, dan seterusnya. Dari keterangan tersebut Anda bisa mengetahui simbol Ø6 memiliki diameter 6mm, kemudian simbol Ø12 berukuran 12 mm, begitu pun seterusnya.

Sudah Memahami Perbedaan Nosat Besi Ulir dan Polos?

Demikian penjelasan tentang perbedaan serta simbol dari penulisan besi ulir dan polos yang perlu Anda pahami. Hal ini sangat memudahkan untuk mengidentifikasi besi yang akan Anda gunakan.

Pembelian besi ini juga tidak dihitung berdasarkan jumlah per batangnya, namun biasanya tergantung besaran total besi per kilogram. Berbeda halnya jika Anda membeli secara eceran di toko bangunan, Anda bisa saja membelinya namu dengan harga yang relatif lebih mahal.

Namun, kini Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin memesan besi beton untuk skala kecil maupun partai besar. KPS bisa menjadi pilihan Anda yang menyediakan berbagai jenis besi berkualitas tinggi.

KPS hadir sebagai distributor Besi Pulau Jawa dan Bali terpercaya untuk membantu proses pembangunan berjalan lancar. Dengan pilihan produk besi dan ukuran yang beragam, Anda bisa memesan sesuai kebutuhan.

Jadi, tidak perlu bingung lagi untuk membedakan notasi besi ulir dan polos. Anda bisa konsultasikan kebutuhan dengan hubungi kami di kontak yang tertera!

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait