Awas Tertukar! Ini Dia 9 Perbedaan Logam dan Besi

perbedaan logam dan besi kps steel distributor besi jakarta

Perbedaan logam dan besi dalam kehidupan sehari-hari, seringkali masih banyak yang masih bingung dalam mengenali perbedaannya. Istilah “logam” pun terkadang tertukar pelafalannya dengan “baja”. Padahal, logam merujuk ke beberapa unsur kimia tunggal secara keseluruhan.

Perbedaan keduanya sangatlah penting untuk diketahui, terutama dalam hal komposisi kimia, sifat-sifat fisik, dan penggunaannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini, akan dijelaskan secara lengkap mengenai perbedaan dari logam dan besi, sehingga Anda dapat lebih mudah memahami dan membedakan keduanya.

Apa itu Logam dan Besi?

Logam adalah unsur kimia tunggal yang ditemukan dalam tabel periodik, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu seperti konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Beberapa contoh logam meliputi tembaga, perak, emas, aluminum, besi, dan baja.

Besi, di sisi lain, adalah sebuah unsur kimia dengan simbol “Fe” dan nomor atom 26 dalam tabel periodik. Besi merupakan bahan logam yang paling banyak digunakan di dunia dan memiliki sifat-sifat seperti kekuatan, keawetan, dan kemampuan untuk ditempa dan dibentuk menjadi berbagai bentuk.

Bahan tersebut umumnya ditemukan dalam bentuk bijih di bawah tanah dan diproses menjadi besi kasar, yang kemudian dapat diolah menjadi produk akhir seperti baja, besi cor, dan bahan-bahan lainnya. Besi dan baja adalah bahan logam yang sering digunakan dalam industri dan konstruksi.

Macam Perbedaan Logam dan Besi

Terkadang, banyak orang masih bingung membedakan antara besi dan logam. Padahal, kedua bahan konstruksi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, seperti:

1. Pembentukan Struktur atau Komposisi kimia

Seperti yang telah dijelaskan, besi merupakan unsur kimia tunggal dengan simbol Fe, sementara logam terdiri dari beberapa unsur. Karena itu, logam memiliki struktur, sifat fisik, dan sifat kimia yang lebih beragam dibandingkan dengan besi.

2. Jenis Logam dan Besi

Perbedaan logam dan besi terdapat pada pengelompokan jenisnya. Pengelompokan logam umumnya terbagi menjadi empat, yaitu logam berat, logam ringan, logam tahan api, dan logam mulia. Logam berat secara umum berasal dari logam secara seluruhnya, seperti nikel, besi, timah, tembaga, dan sebagainya.

Logam ringan tersusun dari logam namun tidak seluruhnya, seperti magnesium dan aluminium. Jenis logam tahan api adalah jenis logam yang mampu menahan suhu tertentu dan tidak mudah terbakar, seperti Titanium dan Zirkonium.

Sedangkan, logam mulia sering digunakan untuk perhiasan atau peralatan lainnya dan memiliki harga yang cukup mahal. Contohnya adalah emas dan perak. Pengelompokan besi dibagi menjadi dua, yakni besi tempa dan besi cor.

Besi tempa adalah jenis besi yang dibuat dengan cara memanaskan besi kasar kemudian dipukul-pukul dengan palu hingga berbentuk seperti yang diinginkan. Sedangkan, besi cor dihasilkan melalui proses pengecoran dalam cetakan yang telah dibentuk.

3. Kekuatan dan Keawetan

Logam cenderung lebih kuat daripada besi karena memiliki struktur kristal yang lebih rapat dan biasanya terdiri dari tambahan unsur-unsur lain yang meningkatkan kekuatannya.

Contoh logam yang lebih kuat daripada besi adalah baja. Baja adalah logam yang terdiri dari besi, karbon, dan unsur-unsur lain seperti mangan, silikon, dan kromium. Kekuatan baja tergantung pada jumlah karbon dan unsur lain yang terkandung di dalamnya, yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

Logam juga memiliki keawetan yang lebih tinggi daripada besi karena kekuatannya yang lebih tinggi. Namun, dalam beberapa aplikasi tertentu, besi memiliki keawetan yang cukup tinggi dan lebih tahan terhadap benturan.

4. Ketahanan terhadap Korosi

Perbedaan logam dan besi selanjutnya adalah mengenai ketahanan mereka terhadap korosi. Ketahanan korosi adalah kemampuan sebuah logam untuk tidak teroksidasi atau terkorosi akibat reaksi dengan oksigen dan air.

Logam seperti stainless steel memiliki sifat ketahanan korosi yang baik karena mengandung unsur tambahan seperti kromium dan nikel yang membentuk lapisan oksida melindungi permukaan logam dari korosi.

Di sisi lain, besi sendiri cenderung mudah teroksidasi dan memiliki ketahanan korosi yang buruk. Namun, besi dapat dilapisi dengan lapisan logam lain seperti seng atau kromium untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap korosi.

5. Titik Leleh

Titik leleh adalah suhu dimana suatu bahan logam mulai meleleh dan berubah dari bentuk padat menjadi cair. Umumnya, logam memiliki titik leleh yang lebih tinggi daripada besi karena struktur kristalnya yang lebih padat dan kuat.

Logam yang memiliki struktur kristal yang padat akan memerlukan energi panas yang lebih tinggi untuk dapat meleleh, sehingga titik lelehnya lebih tinggi daripada besi.

6. Sifat Magnetik

Besi merupakan salah satu jenis logam yang bersifat magnetik. Hal ini disebabkan oleh adanya momen magnetik yang terbentuk pada atom besi saat medan magnet diterapkan.

Sehingga, besi memiliki kemampuan untuk menarik benda logam lainnya seperti magnet atau besi lainnya. Sebaliknya, tidak semua jenis logam bersifat magnetik. Perbedaan logam dan besi ini sangat nampak karena struktur dan sifat mereka.

Beberapa jenis logam seperti aluminium, tembaga, dan perak tidak memiliki sifat magnetik. Sifat ini dipengaruhi oleh struktur atomik dan sifat-sifat fisik dari material tersebut.

7. Kemampuan Pengelasan

Logam memiliki sifat fisik yang berbeda-beda, salah satunya adalah kemampuan untuk dilas. Secara umum, logam memiliki kemampuan yang lebih baik untuk dilas daripada besi. Hal ini disebabkan oleh struktur kristal dari logam yang lebih rapat dan homogen.

Di sisi lain, besi memiliki struktur kristal yang kurang rapat dan lebih heterogen, sehingga lebih sulit untuk dilas. Proses pengelasan besi dapat memerlukan suhu yang sangat tinggi dan memakan waktu yang lebih lama.

8. Kegunaan Logam dan Besi

Perbedaan logam dan besi juga terletak pada kegunaannya. Besi adalah bahan konstruksi yang sering digunakan untuk berbagai aplikasi di bidang konstruksi dan manufaktur karena kekuatannya yang tinggi dan tahan lama.

Kekuatan besi terutama berasal dari sifat fisiknya yang kuat dan keras. Oleh karena itu, besi umumnya digunakan untuk membangun struktur yang memerlukan dukungan dan ketahanan yang tinggi seperti pagar, pintu, jendela, dan kerangka bangunan.

Sedangkan logam seperti aluminium dan tembaga digunakan dalam industri elektronik karena karakternya yang ringan dan tahan korosi. Sementara itu, logam seperti titanium digunakan dalam pembuatan alat pemadam api karena ketahanannya terhadap api.

9. Harga

Harga logam dan besi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti komposisi kimia, ketersediaan, permintaan pasar, dan lain-lain. Secara umum, harga logam memang cenderung lebih mahal daripada besi murni, tergantung pada jenis logam yang dibandingkan.

Itulah pembahasan mengenai berbagai perbedaan logam dan besi. Mulai dari pembentukan struktur keduanya hingga harga, poin perbedaan ini perlu diketahui agar proses pembangunan Anda berjalan dengan lancar dengan memilih bahan bangunan yang sesuai.

Namun, sebelum membeli besi atau logam untuk keperluan konstruksi, pastikan untuk mencari informasi lebih lanjut dan memilih jenis besi atau logam yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, penting juga untuk memilih distributor atau produsen besi yang terpercaya dan menyediakan beragam jenis besi berstandar SNI untuk memastikan kualitas dan keamanannya.

Sebagai contoh, KPS Steel dapat menjadi pilihan yang tepat karena merupakan distributor terpercaya yang menyediakan berbagai jenis besi berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar SNI untuk keperluan konstruksi bangunan Anda. Tanpa minimum pembelian!

Jika Anda tertarik untuk mengetahui berbagai produk besi atau logam lebih lengkap, Anda dapat  mengunjungi situs web resmi KPS atau langsung hubungi kami di sini.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait