Detail Sambungan Baja WF dan Cara Menerapkannya

detail sambungan besi wf kps steel distributor besi jakarta

Dalam suatu proyek konstruksi, setiap detail memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan dan kekuatan struktur bangunan. Salah satu detail yang sering kali diabaikan namun memiliki peran krusial adalah detail sambungan baja WF.

Memahami dan menerapkan detail sambungan ini dengan tepat bukan hanya memungkinkan Anda untuk menciptakan struktur yang lebih kuat dan tahan lama, tetapi juga memaksimalkan efisiensi dan efektivitas dalam proses konstruksi.

Dengan demikian, memperhatikan detail sambungan merupakan sebuah keharusan bagi setiap profesional di bidang konstruksi yang ingin mencapai standar kualitas tertinggi dalam setiap proyek.

Tujuan dari Detail Sambungan Baja WF

Tujuan utama dari detail sambungan ini adalah untuk memperpanjang ukuran material baja sesuai dengan kebutuhan proyek demi mengatasi keterbatasan ukuran material baja yang tersedia di pasaran.

Selain itu, detail sambungan juga memiliki tujuan untuk memanfaatkan limbah proyek. Dalam industri konstruksi, pengelolaan limbah merupakan tantangan yang harus dihadapi.

Dengan memanfaatkan hal ini, limbah proyek dapat dimanfaatkan kembali, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

2 Elemen Susunan Detail Sambungan Baja WF

Ada dua elemen kunci yang membentuk susunan sambungan. Kedua elemen ini memiliki peran yang saling melengkapi dan bekerja sama dalam menopang beban yang terjadi pada sebuah konstruksi bangunan.

1. Balok Baja WF

Balok baja WF adalah elemen struktural yang digunakan untuk menahan beban secara horizontal. Beban ini kemudian didistribusikan ke kolom atau tiang.

Balok baja WF biasanya memiliki bentuk I atau H dan terbuat dari baja. Elemen ini memberikan kekuatan dan ketahanan yang sangat baik terhadap beban lentur dan geser.

Keuntungan lain dari balok baja WF adalah kemampuannya untuk menahan beban yang berat sekalipun dengan penampang yang relatif kecil, memungkinkan penggunaan ruang yang lebih efisien dalam konstruksi bangunan.

2. Kolom Baja WF

Di sisi lain, kolom baja WF berfungsi untuk menopang beban tekan aksial secara vertikal. Kolom adalah elemen struktural vertikal yang berfungsi untuk menopang beban dari struktur di atasnya dan mentransfer beban tersebut ke fondasi.

Kolom baja WF juga memiliki keuntungan dalam hal kekakuan dan stabilitas, membuatnya ideal untuk digunakan dalam konstruksi bangunan tinggi atau struktur lain yang memerlukan kekuatan dan stabilitas.

3 Model Detail Sambungan Baja WF

Terdapat tiga model detail sambungan yang umum digunakan untuk baja WF, yaitu:

  • Tipe A

Model sambungan tipe A memiliki karakteristik khusus dimana posisi sambungan berada pada bagian web kolom.

Dalam proses pengerjaannya, diperlukan pembuatan lubang baut pada bagian kolom. Namun, hal ini dapat mengurangi kekuatan kolom karena tebal web biasanya lebih tipis dibandingkan dengan flange.

  • Tipe B

Model detail sambungan baja WF tipe B membutuhkan proses pengelasan pelat lekat pada bagian web. Jika menggunakan dua buah pelat lekat, maka proses pengelasan harus dilakukan dua kali.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan kekuatan pada kolom, khususnya pada titik sambungan. Oleh karena itu, metode ini kurang populer di kalangan praktisi konstruksi.

  • Tipe C

Model sambungan tipe C dianggap sebagai model sambungan terbaik. Dalam model ini, balok tidak langsung terhubung dengan web kolom. Sebaliknya, diperlukan pemasangan komponen tambahan yang terbuat dari baja WF 250x125x6x9 belah.

2 Metode Umum Penyambungan Baja WF

Agar penyambungan baja WF berjalan lancar, Anda bisa melakukan satu di antara dua metode penyambungan yang umum digunakan.

  • Memakai Baut

Metode penyambungan menggunakan baut memerlukan beberapa baut sebagai pengikat antara dua bagian baja.

Baut yang biasa digunakan adalah baut tipe 8.8 (JIS 8.8) serta baut ASTM-325. Meski metode ini terbilang sederhana, namun perlu dilakukan perhitungan struktur yang tepat untuk memastikan kekuatan sambungan.

  • Memakai Las

Metode penyambungan menggunakan las menggunakan elektroda atau kawat las sebagai alat pengikat antara dua bagian baja.

Jenis elektroda atau kawat las yang biasa digunakan adalah kawat las jenis LB dengan spesifikasi berupa kawat las e70 xxx dan tipe RD dengan spesifikasi kawat las e60 xxx.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Detail Sambungan Baja WF?

Sebelum memulai proses penyambungan, pastikan semua komponen balok telah melalui proses perhitungan struktur yang tepat. Ini penting untuk memastikan kekuatan dan kestabilan sambungan.

Jika Anda memilih metode penyambungan menggunakan baut, Anda akan memerlukan beberapa baut sebagai pengikat antara dua bagian baja. Pastikan untuk menggunakan plat baja dengan ketebalan yang sesuai untuk kopel flange bagian luar dan sisi dalam.

Jika Anda memilih metode penyambungan menggunakan las, Anda akan memerlukan elektroda atau kawat las sebagai alat pengikat antara dua bagian baja. Jangan lupa untuk memastikan proses pengelasan dengan ketebalan las yang sesuai.

Baca Juga: Mengenal Jenis Sambungan Baja Ringan

KPS Steel Menyediakan Baja WF Berkualitas

Itulah penjelasan lengkap mengenai detail sambungan baja WF yang perlu Anda ketahui. Jika Anda ingin mendapatkan baja WF berkualitas, Anda bisa melihat berbagai produk yang ditawarkan oleh KPS Steel di sini.

Bagikan Artikel :

Butuh Baja WF untuk Keperluan Konstruksi