Menelusuri Menara Besi Tertua Di Dunia   

menelusuri-menara-besi-tertua-di-dunia-kps-steel

Nama “Menara Eiffel” tentu tak asing bagi Anda, bukan? Salah satu menara besi tertua di dunia dan pernah menjadi struktur tertinggi selama 41 tahun (hingga tahun 1930) tersebut masih berdiri megah hingga kini.

Pada tahun 2019 Menara Eiffel genap berusia 130 tahun. Wow! Tahukah Anda, berapa banyak besi yang dipakai dan bagaimana semuanya dirakit? Sebagai penyedia produk besi/baja, kami KPS Steel Distributor Besi Jakarta sangat terkesan dan ingin mengajak Anda menelusuri seluk-beluk menara yang menjadi ikon kota Paris ini. Yuk, simak artikelnya!        

Baca Juga: Pemasangan Sambungan Baut Pada Struktur Baja 

Pembangunan Menara Eiffel

Menara Eiffel dibangun untuk menyambut perayaan satu abad Revolusi Perancis dalam pameran dunia bertajuk “Exposition Universelle”. Selain Gustave Eiffel dan dua asistennya—Emile Nouguier dan Maurice Koechlin—proyek di ruang terbuka Champ de Mars ini juga mencatat nama arsitek Stephen Sauvestre.  

Pembangunannya berlangsung selama 2 tahun, 2 bulan, dan 5 hari (1887-1889). Menara diresmikan tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka untuk umum pada bulan Mei. Setelah 20 tahun berdiri menara sempat hendak dirobohkan, tetapi dibatalkan karena terbukti menguntungkan. Hingga 1930 menara mengalami beberapa kali restorasi, dan sejak 1980 secara reguler dilakukan renovasi, restorasi, dan adaptasi.            

Konstruksi Menara

Tinggi Menara Eiffel adalah 312,12 meter, jika ditambah tinggi antena radio—yang dibangun tahun 1953—total tingginya mencapai 324, meter. Menara Eiffel memiliki tiga lantai (platform), yaitu Lantai 1 (ketinggian ±57 m), Lantai 2 (ketinggian ±115 m), dan Lantai 3 (ketinggian ±276 m). Pada platform tersebut terdapat area pandang, restoran, toko, ruang pertemuan, dll. Sebelum ada lift, digunakan tangga konvensional untuk menjangkaunya.

Untuk mendirikan Menara Eiffel digunakan sekitar 18.038 batang puddled iron—sejenis besi tempa (wrought iron)—dan 2,5 juta paku keling (rivet). Bobot besinya saja ±7.300 ton, jika termasuk elemen nonbesi mencapai 10.100 ton. Kepingan besi dirakit dengan baut di pabrik, lalu di lapangan diganti dengan paku keling. Rangkaian besi tempa yang tahan perubahan cuaca ekstrem ini dirancang dengan hitungan matematis yang sangat detail sehingga dihasilkan bentuk artistik bernilai seni tinggi sekaligus memiliki ketahanan terhadap tiupan angin dan goncangan.      

Perawatan Selama 130 Tahun

Pada “Era Modern” besi termasuk material baru, dan keberanian Gustave Eiffel memilihnya sebagai bahan utama Menara Eiffel sempat menimbulkan kontroversi. Selain dianggap merusak pemandangan, kemungkinan robohnya menara menjadi kekhawatiran tersendiri. Kala itu berbagai elemen masyarakat sempat melakukan protes.

Sifat material baja yang kuat, kokoh, dan tahan lama, telah menghapus kekhawatiran itu hingga lebih dari satu abad. Namun, selain karena kelebihan materialnya, ikon Kota Paris berumur panjang karena dirawat dengan sangat baik. Perawatan rutin terutama dilakukan untuk mencegah terjadinya karat yang berdampak keropos dan kerapuhan. Konon, pengecatan ulang menara dilakukan setiap tujuh tahun sekali. Jumlah cat yang harus disediakan mencapai 50-60 ton serta diperlukan waktu hingga 18 bulan untuk mengaplikasikannya.

Baca Juga: Sambungan Las Dan Proses Pengelasan Pada Struktur Baja

Nah, kemegahan dan ketahanan Menara Eiffel tentu membuat Anda semakin yakin akan kesesuaian material besi/baja untuk diaplikasikan pada proyek Anda. Bukankah, demikian? Jika memerlukan distributor untuk memenuhi kebutuhan besi/baja berkualitas untuk proyek Anda silakan menghubungi kami di KPS Steel, distributor besi Jakarta. Anda juga dapat mengunjungi kami di sini. 

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu