Perbedaan Yang Dimiliki Pig Iron Dan Sponge Iron

perbedaan-yang-dimiliki-pig-iron-dan-sponge-iron-kps-steel

Dalam beberapa artikel di laman KPS Steel, distributor besi Jakarta, Anda sudah sering mendapati istilah pig iron, bukan? 

Bagaimana dengan sponge iron? Pernahkah Anda mendengar istilah ini? Samakah sponge iron dengan pig iron? Apakah sponge iron dan pig iron dihasilkan dari proses yang sama? 

Ketahuilah, pig iron adalah istilah bahasa Inggris untuk besi kasar atau besi mentah, sedangkan sponge iron merupakan istilah untuk besi spons. Baik pig iron maupun sponge iron, keduanya dibuat dari bijih besi (iron ore) atau pasir besi (iron sand) yang ditambang dari alam. 

Namun, keduanya melewati proses yang sedikit berbeda sehingga menghasilkan wujud dan karakteristik—kandungan bahan maupun sifat fisik—yang berbeda pula. Demikian pula dalam hal penggunaannya. Mari, simak terus artikel ini untuk mengetahui karakteristiknya masing-masing!   

Baca Juga: Ketahui Lebih Jauh Apa Itu Metode Blast Furnace? 

Karakteristik Pig Iron 

Pig iron dihasilkan melalui proses reduksi tak langsung, seperti blast furnace. Setelah bijih besi diolah menjadi butiran-butiran besi oksida (pellet) selanjutnya akan melewati proses reduksi dan peleburan—bersama kokas dan kapur dengan suhu dan tekanan tinggi—hingga terbentuk logam besi cair bersuhu tinggi (hot metal) yang kemudian dicetak menjadi pig iron. Proses ini telah dibahas dalam artikel Proses Pembuatan Bijih Besi Menjadi Besi Kasar (2).

Pig iron biasanya berbentuk batangan kecil; tidak berpori dan relatif padat. Dibandingkan besi spons, kandungan besinya relatif lebih rendah, sementara kandungan karbon (C)-nya sangat tinggi (±3,5-4,5%). Pig iron juga mengandung sedikit silikon (Si), mangan (Mn), sulfur (S), fosfor (P) serta sejumlah kotoran. Komposisi ini membuat pig iron cenderung rapuh dan tidak stabil sehingga memerlukan proses pemurnian lanjutan untuk menjadi material yang jauh lebih kuat dan dapat diaplikasikan dalam bidang konstruksi—besi tempa, besi tuang, dan baja.  

Karakteristik Sponge Iron 

Sponge iron dihasilkan dari pellet melalui proses reduksi langsung (direct reduction) dengan agen pereduksi berupa gas hidrogen (H) dan karbon monoksida (CO) pada suhu di bawah titik leleh besi. Artinya, bijih besi tidak melalui proses peleburan. Berdasarkan prosesnya sponge iron juga dikenal sebagai burnt pellet atau DRI atau Direct Reduction Iron (besi hasil reduksi langsung).

Sponge iron biasanya berbentuk butiran kira-kira sebesar kelereng; lebih kaya akan kandungan besi dan hanya sedikit mengandung karbon (rata-rata 0,2%), silikon, mangan, sulfur maupun fosfor. Besi spons memiliki banyak lubang atau berpori-pori seperti bunga karang (spons)—dari sinilah namanya diambil. Sponge iron dapat langsung diproduksi menjadi besi tempa untuk material furnitur dan berbagai perkakas.  

Kami yakin kini Anda sudah semakin mengenal karakteristik pig iron maupun sponge iron, dan mengetahui produk turunan mana yang harus dipilih. Begitu pun kami di KPS Steel, distributor besi Jakarta yang siap membantu Anda memberikan informasi dan menemukan produk baja yang Anda perlukan. 

Baca Juga: Perbedaan Antara Pipa Hitam Dan Galvanis

Segera hubungi kami untuk mendapatkan dana mengetahui lebih lanjut mengenai produk baja dari KPS Steel disini!

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu