Jenis Besi yang Paling Sering Digunakan dalam Konstruksi

jenis besi yang paling sering digunakan dalam konstruksi

Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap kali membutuhkan berbagai macam jenis besi untuk keperluan sehari-hari. Untuk memasak, memperbaiki bagian rumah, spare part motor dan lainnya.

Kita perlu perlengkapan makan yang terbuat dari berbagai macam campuran jenis besi misalnya pisau untuk memotong buah-buahan. Besi diperlukan sebagai bahan dasar gembok dan kuncinya agar dapat digunakan untuk mengunci pagar ataupun pintu.

Karena besi begitu penting dan sering kita pakai maka pengetahuan akan jenis-jenis besi akan sangat berguna. Khususnya orang yang bekerja dalam bidang seperti arsitek, orang yang mempelajari konstruksi bangunan, design interior dan lainnya.

Selain itu memahami jenis material besi yang akan Anda gunakan membuat Anda dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pembelian. Siapapun tidak ingin mengalami kerugian apabila salah membeli material besi.

Untuk itu artikel ini tepat untuk membantu Anda memiliki pengetahuan mengenai jenis- jenis besi. Ada beragam jenis besi yang perlu kita tau agar penggunaannya tepat. Berikut ini jenis-jenis besi untuk keperluan sehari-hari :

1. Beton

Beton adalah besi yang digunakan untuk penulangan konstruksi beton atau yang sering disebut juga beton bertulang. Secara umum, beton bertulang tersedia dalam bentuk polos (plain bar) dan ulir (deformed bar). Yang polos memiliki penampang bundar dengan permukaan licin atau tak bersirip. Sementara itu, besi ulir mempunyai permukaan yang seolah bersirip melintang (puntiran) atau rusuk memanjang (sirip teratur/bambu) dengan pola tertentu.

2. H-beam

H-beam adalah balok baja yang secara teknis sering disebut hot rolled. Seperti namanya, penampang besi ini menyerupai huruf H. Besi ini sering dipakai untuk membangun konstruksi jembatan, gedung, dan sebagainya. H-beam tersedia dalam beberapa dimensi, contohnya 100 mm x 100 mm dan 200 mm x 100 mm.

3. Siku

Sesuai namanya, besi siku mempunyai penampang atau bentuk bersiku, sudutnya 90 derajat. Besi siku biasanya dipilih untuk membuat rak besi, konstruksi tangga, menara air, dan sebagainya. Ukuran lebar dan ketebalan besi siku beragam sehingga biasa disesuaikan kebutuhan pemakaian. Besi siku tersedia mulai dari 2 cm, 3 cm, 4 cm, hingga 5 cm. Meski cukup kuat, besi siku tidak disarankan untuk diaplikasikan pada konstruksi besi yang terlalu berat.

4. Besi WF

Wide flange (WF) bentuknya seperti besi h-beam dan biasa dipakai pada konstruksi baja. Yang membedakan WF dengan h-beam adalah kekuatan WF sangat tinggi pada gaya tekan maupun gaya tariknya. Besi WF kepadatannya sangat tinggi sehingga tidak akan terlalu berat dalam kapasitas muat beban, tetapi memberikan bentuk struktur bahan atau konstruksi yang digunakan menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Besi yang Cocok Membuat Furniture Rumah Tangga

5. Expanded metal

Expanded metal di pasaran sering disebut logam bentang. Ini adalah sejenis mesh yang dibuat dari pelat baja berlubang. Bentuk lubangnya biasanya serupa belah ketupat. Besi ini ringan tapi kuat karena diproses dengan sayatan dan tarikan mesin tanpa pengelasan maupun pengecoran logam.

6. Hollow

Besi hollow bentuknya pipa kotak. Besi ini dibuat dari galvanis dan baja. Aplikasinya sering bertujuan untuk aksesori, misalnya pagar, kanopi, pintu gerbang, atau railing. Besi hollow juga bisa digunakan untuk menunjang pemasangan plafon.

7. Hallow Galvalume

Di toko-toko besi hollow galvalum biasa disebut hollow gypsum atau hollow plafon. Besi ini memiliki beragam kelebihan, semisal tidak berkarat, bahkan di bagian potongan atau lubang sekrup.

Baca Juga: Bermacam-Macam Proses Pembuatan Besi

Jika Anda tertarik untuk mempelajari informasi yang lebih lengkap mengenai beragam jenis besi, kunjungi blog kami untuk info terbaru. Kunjungi juga laman produk kami yang menyediakan beragam jenis besi profil, mulai dari besi WF hingga INP.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu