Red Iron Building, Bangunan Ramah Lingkungan

red iron building bangunan ramah lingkungan

Mengenal Red Iron Building

Red iron building merupakan salah satu  jenis konstruksi bangunan berbahan dasar besi. Dibandingkan dengan konstruksi lainnya, red iron building termasuk dalam jajaran konstruksi yang ramah terhadap lingkungan. Konstruksi red iron building menggunakan I-beam sebagai framing-nya. Mengapa disebut ‘red iron’?

Nama ‘red iron’ berasal dari proses produksi I-beam yang menggunakan lapisan oksida merah ke balok besi. Gunanya untuk menjaga balok besi agar tidak mudah teroksidasi. Lapisan ini melindungi besi dari air dan menjaga besi tetap aman selama dalam proses pengiriman. Red iron merupakan bahan yang umum digunakan pada berbagai bangunan sejak lama, oleh karena itu red iron building mudah ditemui, khususnya pada bangunan gudang atau lumbung dan penyimpanan hasil agrikultur.

Baca Juga: Besi H-Beam dan I-Beam Tampak Sama, Namun Tetap Beda

Dimana saja red iron building dapat ditemui?

Konstruksi dengan menggunakan red iron mudah ditemui dimana saja. Beberapa di antaranya adalah

  1. gudang penyimpanan,
  2. garasi,
  3. retail shops,
  4. pabrik,
  5. warehouse, dan
  6. gedung perkantoran.

Apa keuntungan menggunakan ‘red iron’?

Terdapat beberapa keuntungan apabila Anda membangun konstruksi menggunakan red iron.

(1)   Ramah Lingkungan

Red iron merupakan bahan yang ramah lingkungan sebab mengandung 77% bahan yang dapat diolah kembali (recyclable material). Setelah diolah kembali, red iron dapat digunakan seperti red iron yang baru tanpa kehilangan ketahanan dan kekuatannya. Oleh karena itu, red iron menjadi pilihan yang tepat apabila Anda memiliki perhatian khusus terhadap kesejahteraan lingkungan.

(2)   Tidak Menggunakan Kayu

Salah satu material yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan adalah kayu. Akan tetapi, kayu memiliki beberapa kekurangan, salah satu di antaranya adalah biaya produksi yang tinggi dan kurang ramah terhadap lingkungan. Untuk menghasilkan rangka konstruksi bangunan yang menggunakan kayu, dibutuhkan lebih dari 60 batang pohon.

(3)   Tidak Lapuk, Anti Rayap dan Anti Api

Berbeda dengan kayu yang mudah lapuk dan mengalami penyusutan seiring berjalannya waktu, red iron tetap kokoh dan tidak mengalami perubahan ukuran meski telah digunakan selama bertahun-tahun. Selain itu, red iron tahan terhadap api dan tidak akan habis karena rayap. Red iron menjadi pilihan material yang tepat untuk konstruksi bangunan yang digunakan dalam jangka panjang.

(4)   Membutuhkan Biaya yang Lebih Rendah

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat red iron building jauh lebih kecil dibandingkan bangunan dengan rangka konstruksi berbahan kayu. Selain biaya pembelian, biaya perawatan besi pun jauh lebih mudah dan murah.

(5)   Telah Digunakan Sejak Lama

Red iron telah dipercaya sebagai material untuk membuat konstruksi bangunan sejak lama. Artinya, ketahanan dan efisiensi penggunaan red iron dalam bangunan telah terbukti dan terjamin dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Keunggulan Besi Dibandingkan Kayu dalam Konstruksi

Sudah yakin untuk memilih besi sebagai material konstruksi bangunan Anda? Untuk kebutuhan besi Anda, pesan di KPS Steel Jakarta.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu