Prinsip-Prinsip Pembuatan Tulangan Beton

prinsip-prinsip-pembuatan-tulangan-beton-kps-steel

Tentu kita sepakat perihal pentingnya peran tulangan dalam konstruksi beton bertulang. Oleh karena itu kita perlu tahu banyak hal terkait penulangan beton.

Pada artikel lain sudah dibahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui sebelum membeli besi beton; atau berbagai peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan pembesian. Kali ini KPS Steel, Distributor Besi Jakarta, mengajak Anda mengetahui prinsip pembuatan (pemotongan, pembengkokan, dan perakitan) tulangan beton. Simak beberapa prinsip penting tersebut di bawah ini!  

Baca Juga: Pastikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Besi Beton

Prinsip Pemotongan

Pemotongan besi beton tidak dapat dilakukan secara asal-asalan. Sebelum memotongnya, pastikan besi beton (polos maupun ulir) memiliki panjang standar 12 meter, seperti jika Anda membeli dari distributor tepercaya seperti  di KPS Steel, Distributor Besi Jakarta. Selain itu, diameternya juga harus sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya perhatikan beberapa prinsip pemotongan besi beton berikut.

  • Pemotongan sebaiknya sesuai dengan rencana pemotongan, yang biasanya dibuat berdasarkan panjang standar (12 meter).
  • Pemotongan besi beton dibuat menurut daftar pembengkokan yang telah dibuat.
  • Proses pemotongan dilakukan dengan alat potong yang tajam dan mumpuni, baik yang dioperasikan secara manual maupun elektrik.
  • Pastikan pemotongan dilakukan sedemikian rupa sehingga sisa/potongan besi yang terbuang relatif kecil. Potongan yang masih dapat digunakan lagi sebaiknya dipisahkan tersendiri.
  • Beberapa potongan besi yang cukup panjang dapat disambung asalkan jumlah dan cara penyambungannya (overlapping, dilas, dll.) memenuhi standar.   

Prinsip Pembengkokan

Pembengkokan besi tulangan juga harus dilakukan sesuai prosedur, yaitu harus dilakukan sebelum perakitan. Pembengkokan setelah atau saat tulangan dirakit, jika amat terpaksa, dapat dilakukan asalkan tidak mengganggu susunan tulangan. Hal-hal berikut juga perlu diperhatikan.

  • Alat pembengkok harus sesuai dengan diameter besi, terutama ukuran celah pembengkok.
  • Pembengkokan 135º untuk sengkang/begel besi polos pada ujung bebasnya harus dibuat kait atau penjangkaran 6× diameter besi (6D) atau ≥ 5 cm, dan dibengkokkan ke arah dalam. Untuk pembengkokan 180º ditambah panjang 4D atau ≥ 6 cm; dan untuk  pembengkokan 90º ditambah panjang 12D.

Prinsip Perakitan

Besi tulangan yang telah dipotong dan dibengkokkan dapat dirangkai/dirakit dengan dua cara. Pertama, dilakukan di lokasi pemotongan dan pembengkokan. Setelah siap barulah dipasang pada tempatnya. Cara ini dapat diterapkan misalnya untuk tulangan kolom, balok, dan sloof. Pemotongan hingga perakitan juga dapat dilakukan di pabrik, dan setelah siap dapat diangkut dan dipasang pada tempatnya. Kedua, perakitan dapat dilakukan langsung di tempat pemasangan setelah besi dipotong dan dibengkokkan sesuai rencana. Misalnya untuk tulangan pelat lantai.

Sebelum dirakit, tulangan harus bebas dari minyak dan berbagai jenis kotoran demi kuatnya daya rekat adonan beton. Perakitan juga harus mengupayakan stabilitas sehingga saat di cor tulangan tidak berubah. Misalnya dengan memasang beton tahu (decking), spacer, dll.  

Baca Juga: Material Perancah Dari Pipa Baja

Dengan mengikuti prinsip pembuatan tulangan diharapkan kekuatan beton terjamin. Sementara untuk mendapatkan jaminan mutu atas produk besi/baja sebagai material tulangan, Anda dapat menghubungi KPS Steel, distributor besi Jakarta. Sebelumnya, silakan kinjungi kami di sini untuk informasi mengenai produk besi/baja yang ada di KPS Steel, distributor besi Jakarta.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu