Proses Pengolahan Biji Besi dalam Tanur Tinggi

proses-pengolahan-biji-besi-dalam-tanur-tinggi-kps-steel-jakarta-indonesia

Rangkaian proses pengolahan biji besi.

Besi dan peralatan dari besi yang ada di hadapan Anda sekarang tentunya tidak serta-merta ada. Sebelum menjadi berbagai perkakas atau besi utuh, ada serangkaian proses pengolahan biji besi yang tidak mudah.

Baca Juga: Merawat Besi? Berikut Cara Mencegah Besi Berkarat

Seperti apa urutannya? Simak ulasan berikut.

1. Memasukkan Bahan-bahan

Langkah pertama dalam proses pengolahan ini adalah dengan memasukkan bahan-bahan ke dalam tanur melewati puncak tanur. Bahan-bahan yang dimaksud antara lain:

  • Biji besi sebagai bahan utama yang masih berupa hematif atau Fe2O3. Biji ini juga masih bercampur dengan pasir atau SiO2 dan oksida asam lainnya yang akan melalui proses reduksi.
  • Kokas atau karbon yang berperan sebagai bahan pereduksi dalam proses ini.
  • Batu kapur atau CaCO3 yang merupakan bahan tambahan dan berguna untuk mengikat zat pengotor.

2. Memasukkan Udara Panas

Langkah selanjutnya dalam pengolahan biji besi adalah memasukkan udara panas ke bagian bawah tanur. Proses inilah yang akan menyebabkan kokas terbakar.

Dalam proses kimia, reaksi ini dituliskan menjadi:

C(s) + O2(g) CO2(g) H = – 394 kJ

Dari reaksi ini, dihasilkan panas yang kemudian dibebaskan sehingga suhu bawah tanur akan meningkat sampai 1.900 derajat celsius.

3. Pembentukan Gas CO2

Selanjutnya, langkah yang terjadi dalam pengolahan biji besi adalah pembentukan gas CO2. Gas ini awalnya terbentuk di bagian bawah tanur, kemudian naik melewati lapisan-lapisan kokas yang telah panas.

Kemudian, gas ini akan bereaksi dengan kokas sehingga terbentuklah gas CO. Karena reaksi ini memerlukan panas, maka suhu tanur pun terpakai dan berkurang menjadi 1300 derajat celsius.

Dalam proses kimianya, proses ini dituliskan menjadi:

CO2(g) + C(s) 2 CO(g) H = +173 kJ

4. Pereduksian Biji Besi 

Setelah gas CO terbentuk dalam reaksi sebelumnya, kokas pun siap untuk melakukan proses reduksi terhadap biji besi. Ada pun tahapan reduksi tersebut, yakni:

  • Besi atau Fe2O3 direduksi di atas tanur sehingga berubah menjadi Fe3O4 di suhu 500 derajat celsius.
  • Di bagian yang lebih rendah lagi, Fe3O4 yang sudah terbentuk akan melalui proses reduksi dan berubah menjadi FeO dengan suhu 850 derajat celsius,
  • Di bagian yang lebih rendah lagi, FeO yang baru saja terbentuk akan melalui proses reduksi lagi menjadi logam besi dengan suhu 1000 derajat celsius.

5. Pengaliran Besi Cair

Dari proses di atas akan dihasilkan besi cair. Besi cair ini akhirnya akan mengalir sampai ke bagian dasar tanur.

6. Batu Kapur Terurai

Dalam serentetan prosesnya, bagian tengah tanur kini sudah bersuhu sangat tinggi. Karena itulah batu kapur menjadi terurai. Dalam proses kimianya, reaksi ini ditulis menjadi :

CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g)ng

7. Pembentukan Terak

Setelah rangkaian proses di atas, di dasar tanur akan terjadi reaksi antara CaO dengan pengotor. Reaksi inilah yang akan membentuk terak atau slag yang berbentuk cairan kental.

8. Penurunan Besi Cair

Inilah tahap terakhir dari pengolahan biji besi. Besi cair yang telah dihasilkan dari rangkaian proses di atas akan turun ke dasar tanur. Sementara itu, terak atau slag yang massa jenisnya lebih rendah dibanding besi cair tersebut akan mengapung. Nantinya, slag ini akan keluar melewati saluran tersendiri.

Baca Juga: Jangan Salah, Begini Tips Memilih Besi Murah Kualitas Terbaik

Itulah proses pengolahan biji besi sehingga menjadi besi utuh seperti yang ada di KPS Steel. Beragam besi dengan kualitas terbaik ada di sana. Jika Anda tertarik untuk mempelajari informasi yang lebih lengkap mengenai beragam jenis besi, kunjungi blog kami untuk info terbaru. Kunjungi juga laman produk kami untuk informasi mengenai produk besi di KPS Steel. Anda juga dapat melakukan pemesanan, hubungi kami melalui WhatsApp.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu