Proses Pembuatan Bijih Besi Menjadi Besi Kasar (2)

proses-pembuatan-bijih-besi-menjadi-besi-kasar-(2)-kps-steel

Pada artikel sebelumnya—Proses Pembuatan Bijih Besi Menjadi Besi Kasar (1)—Anda telah diajak untuk mengenal karakteristik bijih besi (iron ore) sebagai bahan utama pembuatan besi kasar (pig iron). 

Seperti diketahui, besi kasar adalah bahan dasar pembuatan berbagai produk besi dan baja. Setelah Anda memahami tahap awal pengolahan bijih besi—dimulai dari proses pencucian (washing) hingga kalsinasi (calcination)—pada artikel bagian ke-1, kini KPS Steel, distributor besi Jakarta akan mengajak Anda untuk mengikuti kelanjutan proses pembuatan besi kasar. 

Baca Juga: Mengenal Proses Galvanisasi Pada Besi Dan Baja

Proses Pembentukan Pellet

Setelah melewati proses kalsinasi (calcination) serbuk bijih besi yang berdaya magnet tinggi akan dibentuk menjadi butiran pellet berdiameter ±8-25 mm. Untuk mendapatkan bentuk pellet, sejumlah serbuk bijih besi harus dimasukan ke dalam mesin pan palletizer. Dalam prosesnya, secara bertahap serbuk bijih besi akan dicampur dengan batubara dan bentonit (mineral semacam tanah lempung bersifat plastis dan mengikat). Batubara akan melalui proses reduksi internal yang berpotensi meningkatkan kadar besi dari serbuk bijih besi. Sementara itu, bentonit akan merekatkan konsentrat besi oksida menjadi butiran-butiran kecil (pellet).

Jadi, prinsip pembentukan pellet (pelletizing) adalah proses aglomerasi/penggumpalan konsentrat bijih besi yang sangat halus menjadi butiran seukuran kelereng. Selain memiliki sifat metalurgis, terbuangnya mineral akibat terhisap/terbang dapat terhindari dan material akan lebih mudah dikemas serta dipindah tempatkan. Karena yang dihasilkan adalah pellet basah (green pellet) maka perlu dilakukan proses pemanasan (indurasi). Dari dapur pemanas (indurator) bersuhu hingga 1300ºC akan dihasilkan pellet bakar (burnt pellet) yang kering, keras, kuat, tidak mudah hancur, dan memiliki sifat reduksi.        

Pengolahan Pellet Menjadi Pig Iron

Untuk menghasilkan besi kasar (pig iron), pellet bakar (burnt pellet) akan melalui proses yang disebut metode tanur tiup/tegak (blast furnace). Dalam hal ini sejumlah pellet dilebur ke dalam tungku blast furnace yang bersuhu hingga 1800ºC. Proses peleburan (smelting) ini akan menghasilkan logam besi cair bersuhu tinggi (hot metal). Untuk memurnikan material, maka ditambahkan zat pereduksi berupa batubara kokas dan kapur sehingga dihasilkan material dengan kadar besi yang mencapai 95%. Pada akhir proses, logam besi cair panas akan dicetak menjadi baja atau besi kasar (pig iron). 

Selain blast furnace, pembuatan besi kasar juga dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti tanur reduksi listrik (electric reduction furnace), tanur ledakan poros rendah (low shaft blast furnace), atau proses besi spons (sponge iron process) dengan reduksi langsung secara eksternal.

Baca Juga: 3 Tahap Penting Pengerjaan Struktur Baja

Demikian penjelasan dari proses panjang pengolahan bijih besi menjadi besi kasar (pig iron) yang merupakan bahan dasar logam berguna. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai besi dan baja, Anda dapat mengunjungi halaman KPS Steel disini!

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu