Proses Pembuatan Bijih Besi Menjadi Besi Kasar (1)

proses-pembuatan-bijih-besi-menjadi-besi-kasar-(1)-kps-steel

Besi (Fe) adalah logam atau paduan logam yang didominasi oleh unsur besi. 

Dalam kehidupan manusia besi termasuk jenis logam yang relatif paling banyak digunakan—mulai dari peralatan sederhana sampai konstruksi yang kompleks. Logam besi dibuat dengan cara mengolah bahan baku utama, yaitu bijih besi (iron ore) yang didapat dengan menambang bagian kerak bumi. 

Agar dapat dibentuk menjadi logam berguna—berbagai jenis benda besi—bijih besi yang didapat dari alam harus diubah terlebih dahulu menjadi material besi kasar (pig iron). Lalu, bagaimana proses pengolahan bijih besi menjadi besi kasar? Mari, simak proses pembuatan besi kasar lewat artikel KPS Steel, distributor besi Jakarta berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Standar Pada Produk Besi Dan Baja

Karakteristik Bijih Besi

Saat bijih besi ditambang dari alam sebagian besar bentuknya masih berupa bongkahan dalam berbagai ukuran dan warna—kuning muda, merah berkarat, ungu tua, abu-abu tua, dan sebagainya. Bongkahan bijih besi yang mengandung oksigen dan atom besi tersebut biasanya juga bercampur dengan aneka kotoran serta unsur-unsur yang tidak diinginkan, seperti pasir, tanah liat, dan batuan lain.

Pada umumnya, bijih besi hasil penambangan berwujud mineral besi oksida dengan beragam persentase kandungan besi. Mineral besi oksida dengan kandungan besi terbanyak (60% s/d 70% atau lebih) adalah magnetite (Fe3O4), hematite (Fe2O3), dan goethite (FeO(OH). Sementara yang memiliki kandungan besi lebih rendah atau kurang dari 60% misalnya limonite (FeO(OH)n(H2O) dan siderite (FeCO3).    

Proses Awal Pengolahan Bijih Besi

Agar bersih dari berbagai macam kotoran yang tertinggal, maka bijih besi harus melewati proses pencucian (washing). Proses pencucian dapat dibantu dengan alat berat seperti trommel screen, yaitu ayakan berupa drum raksasa yang diputar dengan kecepatan tertentu. 

Bijih besi juga harus dipecah/dihancurkan dalam beberapa kali proses sampai didapatkan butiran berukuran tertentu atau hingga menjadi serbuk halus. Proses pemecahan (breaking) dilakukan dengan mesin hammer mill; sedangkan untuk proses penghancuran (crushing) dilakukan dengan mesin gyratory mill; dan penghalusan (grinding) dilakukan dengan mesin ball mill.

Selanjutnya butiran halus bijih besi akan diproses melewati magnetic separator atau alat lain untuk memisahkan antara butiran logam dan non-logam. Seperti namanya, silinder pada mesin pemisah dilapisi dengan bahan magnet yang akan menarik serbuk magnet. Serbuk yang masih berkadar logam rendah akan melalui proses pemanggangan (roasting) yang berpotensi meningkatkan kemurnian bijih besi hingga 65% sekaligus untuk memisahkan serbuk non-magnet. Serbuk bijih besi berdaya magnet tinggi yang terkumpul akan diproses dengan dilewatkan melalui mesin rotary dryer untuk dilakukan proses kalsinasi (calcination) yang berfungsi untuk mengeluarkan air dan karbon dioksida.

Setelah serbuk besi melalui berbagai proses awal tersebut selanjutnya akan melewati proses pemurnian dan dibentuk menjadi butiran pellet. Anda dapat mengikuti kelanjutan proses pengolahan bijih besi dalam bagian ke-2 artikel ini—Proses Pembuatan Bijih Besi Menjadi Besi Kasar (2).

Baca Juga: Proses Bessemer Dalam Modernisasi Industri Baja

Jika Anda tertarik untuk mempelajari informasi yang lebih lengkap mengenai beragam jenis besi, kunjungi blog kami untuk info terbaru. Kunjungi juga laman produk kami untuk informasi mengenai produk besi di KPS Steel. Anda juga dapat melakukan pemesanan, hubungi kami melalui WhatsApp.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu