Proses Bessemer Dalam Modernisasi Industri Baja

proses-bessemer-dalam-modernisasi-industri-baja-kps-steel

Bukan sesuatu hal yang baru bila dikatakan bahwa manusia sudah berkenalan dengan besi sejak ribuan tahun lalu. 

Demikian halnya dengan baja yang merupakan produk turunan dari besi. Pembuatan baja pun memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai dari pengolahan skala kecil hingga menjadi industri berat. Berbagai proses diupayakan demi mempermudah dan menyempurnakan pengolahan serta mendapatkan hasil terbaik.

Tahukah Anda? Proses Bessemer merupakan salah satu temuan penting dalam modernisasi industri baja. KPS Steel, distributor besi Jakarta akan mengupas sekilas sejarah baja dan proses Bessemer dalam artikel ini!

Baca Juga: Peran Konstruksi Baja Dalam Sejarah Ritel Modern Di Inggris

Proses Pembuatan Baja

Baja dapat diproduksi dari bijih besi dan scrap (besi bekas). Untuk memurnikan besi serta menghasilkan baja cair dengan spesifikasi tertentu yang siap dibentuk, maka berbagai macam kotoran atau unsur yang jumlahnya berlebihan harus dibuang dari dalam besi tersebut. 

Contoh unsur-unsur tersebut adalah fosfor, nitrogen, silikon, sulfur, dan karbon. Disisi lain banyak pula unsur baru yang perlu ditambahkan sebagai elemen paduan, seperti nikel, mangan, vanadium, dan kromium. Bukan hanya itu saja, gas-gas seperti oksigen dan nitrogen serta berbagai kotoran terlarut juga harus dibatasi jumlahnya.    

Sebelum abad ke-19, proses peleburan besi hingga dilanjutkan proses pembuatan baja masih menggunakan cara atau proses konvensional, yang diawali dengan penggunaan tungku tempa. Proses ini dinilai kurang efisien serta tidak mendukung produksi dalam skala besar. Dengan demikian, penemuan metode Bessemer pada pertengahan abad ke-19 menjadi titik awal dimulainya era industri pembuatan baja secara massal.

Mengenal Proses Bessemer

Pada prinsipnya, metode Bessemer mengatur kandungan karbon dalam besi melalui proses oksidasi, yaitu dengan cara menyemburkan udara ke dalam konverter berisi besi cair. Konverter Bessemer berupa silinder baja yang bagian dalamnya dilapisi refraktori yang mengandung silika. Tinggi konverter tersebut sendiri sekitar 6 meter. Udara disemburkan oleh air blast lewat lubang (tuyer) di bagian bawah konverter.

Pasokan oksigen yang masuk ke konverter akan bereaksi dengan kotoran serta unsur-unsur yang tidak diperlukan hingga menjadi oksida karbon serta silikon dan mangan—keduanya adalah bagian dari ampas bijih besi. Setelah oksida dipisahkan, baja kasar (ingot) yang terbentuk siap untuk ditempa atau diproses untuk diproduksi menjadi berbagai bentuk yang diinginkan.

Meskipun nama proses metode Bessemer diambil dari nama Henry Bessemer, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, tetapi sebenarnya proses ini melewati banyak sekali perubahan dan terus disempurnakan oleh banyak ilmuwan. Namun, Henry Bessemer adalah orang pertama yang berhasil menemukan metode pembuatan baja ini pada tahun 1856.

Demikianlah sekilas sejarah dan peran Proses Bessemer dalam kemajuan atau modernisasi industri baja. Berkat modernisasi ini berbagai produk baja kini dapat diperoleh dengan relatif mudah. Kini Anda bisa mendapatkan produk baja dengan mudah, karena terdapat banyak sekali produsen baja di pasaran saat ini. KPS Steel, menjadi salah satu distributor baja dan besi dengan kualitas terbaik yang ada di Jakarta.

Baca Juga: Sejarah Kapal Perang Besi Di Dunia Yang Jarang Diketahui!

Segera dapatkan produk baja ataupun besi yang Anda butuhkan di KPS Steel dengan menghubungi kami disini!

Bagikan Artikel :
Menu