Pemasangan Sambungan Baut Pada Struktur Baja

pemasangan-sambungan-baut-pada-struktur-baja-kps-steel

Untuk menyambungkan struktur baja, digunakan baut .

Dalam artikel sebelumnya (Sistem Sambungan pada Struktur Baja) telah dibagikan sekilas informasinya. Nah, untuk melengkapi informasi tersebut, pada artikel kali ini KPS Steel, Distributor Besi Jakarta, akan menambahkan berbagai hal mengenai seluk-beluk sambungan baut.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Pembuatan Tulang Beton

Seluk Beluk Baut

Elemen baut (bolt) bukanlah alat pengikat struktur yang berdiri sendiri. Agar dapat berfungsi, batang bulat berulir dengan kepala pada salah satu ujungnya harus dilengkapi dengan mur (nut) yang nantinya dipasang sebagai pengunci pada ujung baut lain. Jadi, baut dan mur merupakan satu kesatuan.

Baut untuk konstruksi bangunan biasanya memiliki kepala (dan mur) berbentuk segi enam; ulirnya tajam (ulir segitiga) sehingga dapat mengikat kuat. Diameternya bervariasi, yang banyak dipakai dalam konstruksi bangunan adalah 3/4 inci (11,11 mm) dan 7/8 inci (22,22 mm). Baut dapat menyambung hingga ketebalan lebih dari empat kali diameter.

Ada dua jenis baut yang dikenal, yaitu baut baja mutu tinggi (high strength bolt) dan baut mutu normal yang terbuat dari baja karbon rendah. Baut pass yang banyak diaplikasikan pada konstruksi berat, termasuk baut mutu tinggi. Sementara yang termasuk baut mutu normal sedang adalah baut hitam yang biasa untuk mengikat batang sekunder, gording, dan/atau konstruksi ringan lain.  

Prodesur Pemasangan Baut

Baut dapat digunakan sebagai pengikat pada konstruksi tetap maupun bergerak; juga konstruksi permanen maupun nonpermanen (dapat dibongkar-pasang). Pengerjaan sambungan baut pada struktur baja relatif mudah dan cepat serta tidak memerlukan keterampilan tinggi. Pengencangan mur dapat dilakukan dengan tangan dan/atau memakai kunci torsi tergantung tipe sambungan.  

Pada permukaan baja yang akan disatukan dengan baut, yaitu pada titik buhul, sebelumnya harus dibuat lubang dengan diameter sesuai diameter baut—kelonggaran 1 mm untuk baut hitam dan <0,1 mm untuk baut pass. Jumlah lubang dan jarak antarlubang dibuat dengan bor listrik dan disesuaikan dengan gambar rencana (shop drawing). Sambungan baut dapat dipadukan dengan sambungan las.    

Cacat/Kegagalan Sambungan Baut

Kegagalan sambungan baut yang berpotensi menimbulkan keruntuhan struktur dapat terjadi karena berbagai sebab. Misalnya, terjadinya cacat/kerusakan pada baut dan pelat (di bagian tengah ataupun tepi) berupa robekan/coakan akibat gaya geser atau tumpuan. Kerusakan dapat juga terjadi karena penyimpangan dalam pengeboran.      

Demikian sedikit tambahan informasi yang KPS Steel, distributor besi Jakarta berikan terkait sambungan las pada struktur baja. Harus selalu diingat bahwa kualitas sambungan memengaruhi kekuatan struktur. Kendati demikian, kualitas material juga tak dapat disepelekan.

Baca Juga: Satu Dari 6 Jenis Besi Ini Ada Di Rumah Modern

Pastikan untuk mendapatkan produk besi/baja bermutu bagi proyek Anda dengan menghubungi KPS Steel, distributor besi Jakarta. Atau kunjungi langsung kami di sini.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu