Jembatan Kereta Api Baja Terpanjang Di Indonesia

jembatan-kereta-api-baja-terpanjang-di-indonesia-kps-steel

Tahukah Anda? Ternyata pengaplikasian struktur baja pada objek jembatan di Indonesia juga sangat menarik untuk ditelusuri.

Kali ini KPS Steel, distributor besi Jakarta mengajak Anda untuk menelusuri salah satu jembatan kereta api aktif terpanjang di Indonesia. Jembatan yang dibangun pada masa kolonial tersebut memiliki struktur utama rangka baja. Yuk, telusuri seluk beluk jembatan yang telah berusia lebih dari satu abad ini!     

Baca Juga: Menelusuri Menara Besi Tertua Di Dunia

Jembatan Peninggalan Belanda

Jembatan kereta api yang disinggung di atas populer sebagai “Jembatan Cikubang”. Objek peninggalan Pemerintah Hindia Belanda ini berlokasi di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di daerah Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Keberadaannya tak terpisahkan dari pembangunan jalur kereta api rute Cikampek–Purwakarta–Bandung yang berlangsung pada periode 1881-1884. Pembangunan jalur kereta api dan jembatan tersebut dilakukan oleh perusahaan kereta api milik pemerintah “Staats Spoorwegen (SS) atau Staatsspoor-en-Tramwegen in Nedherlandsch-Indie”. Pengoperasian jembatan pada 1906 telah memperpendek jarak antara Batavia (Jakarta) dan Bandung serta meningkatkan kehidupan sosial dan perekonomian kota Bandung.  

Konstruksi Jembatan

Jembatan Cikubang dengan panjang ±300 meter ini termasuk salah satu jembatan kereta api terpanjang di Indonesia yang masih aktif hingga kini. Jembatan ini membentang di atas jurang di antara dua bukit dengan aliran Sungai Cikubang di dasar lembah yang cukup dalam. Tak heran jika struktur tiang penopang relatif tinggi. Dari ujung satu ke ujung lain berdiri lebih dari sepuluh tiang dengan ketinggian berbeda-beda antara 60 meter hingga 80 meter.

Struktur utama jembatan ini dibuat dari rangka baja yang diikat dengan paku keling. Bobot baja empat tiang utama diperkirakan mencapai 110 ton. Dalam perjalanan waktu, jembatan ini sempat mengalami renovasi untuk memperkuat struktur sebagai respons atas pengoperasiaan lokomotif diesel. Renovasi yang dilakukan tahun 1953 tersebut berupa penambahan konstruksi lengkung pada bagian bawah bantalan di sepanjang rel. Konstruksi dibuat menggunakan material besi.

Berdiri Kokoh Hingga Kini

Pada tahun 2019, Jembatan Cikubang telah berusia 113 tahun. Meskipun relatif sangat tua, tetapi jembatan ini masih berdiri kokoh meskipun setiap hari dilintasi kereta api Jakarta-Bandung (dan sebaliknya) hampir 20 kali per hari. Kekhawatiran yang terbesit saat kereta melintasi jembatan antara stasiun Cilame dan stasiun Sasaksaat ini, terbayar oleh suguhan pemandangan lembah Cikubang yang sangat indah.

Baca Juga: “Forth Railway Bridge” Keajaiban Teknik Dari Material Baja 

Nah, ketahanan Jembatan Cikubang tentu membuat Anda semakin yakin akan kesesuaian material besi/baja untuk diaplikasikan pada proyek Anda. Bukankah, demikian? Jika memerlukan distributor untuk memenuhi kebutuhan besi/baja berkualitas untuk proyek Anda silahkan menghubungi kami di KPS Steel, distributor besi Jakarta. Anda juga dapat mengunjungi laman kami di sini.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu