Berapa Idealnya Jarak Usuk Baja Ringan Atap Genteng?

jarak usuk baja ringan atap genteng KPS Steel distributor atap

Ketika Anda sedang mengerjakan pembangunan gedung, tentu wajib memperhatikan berapa jarak usuk baja ringan atap genteng yang tepat. Mengingat hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi dari struktur atap tersebut.

Tentunya Anda juga perlu memahami apa itu usuk pada konstruksi bangunan. Selain itu, ketahui juga berapa jarak ideal antara usuk baja ringan pada atap bangunan Anda. Simak selengkapnya!

Apa itu Usuk?

Usuk merupakan suatu komponen bangunan yang terbuat dari kayu panjang atau bambu dan dipasang sebagai tulang rusuk pada atap rumah. Komponen ini membujur dari atas hingga ke bagian tepi rusuk-rusuk atap.

Istilah lainnya, usuk juga dikenal dengan nama kasau yang memiliki bentuk seperti balok panjang baik terbuat dari kayu atau baja ringan. Penggunaan usuk dilakukan dengan tujuan membentuk overstek sehingga dapat diatur sesuai keinginan Anda.

Jika berbicara mengenai fungsi, usuk berguna untuk menerima beban dari penutup atap dan reng, kemudian diteruskan ke bagian gording. Sehingga, bentuk balok kayu yang memanjang ini akan terlihat mulai dari balok sampai keluar bagian dinding.

Penggunaan usuk banyak digunakan terutama pada pembuatan plafon dan bekisting untuk pengecoran. Selain itu, komponen ini juga bisa menjadi penguat konstruksi agar lebih kokoh atau digunakan untuk membuat tatakan reng.

Pada intinya, penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan rangka atap dan reng yang akan digunakan. Adapun jarak antar usuk ini umumnya berukuran sekitar 40-60 cm, yang mana masing-masing ukurannya mulai dari 5-7 cm dengan panjang maksimal 4 meter.

Pemasangan usuk ini nantinya perlu menggunakan paku agar tersambung antara satu balok dengan balok lainnya. Sebelum dipaku, pemasangan usuk juga perlu dibor terlebih dahulu agar tidak terjadi pecah pada bagian ujung-ujung kayu tersebut.

Macam Genteng Baja Ringan

Pemasangan usuk bisa menggunakan dengan beberapa jenis baja ringan untuk atap bangunan Anda. Berikut 5 macam genteng baja ringan yang bisa menjadi pilihan! 

  • Genteng Metal Pasir

Genteng metal pasir adalah salah satu genteng yang kerap digunakan untuk baja ringan. Jenis genteng ini memiliki bahan dasar dari baja galvalum, terdiri dari komponen zinc dan aluminium, serta memiliki lapisan yang berpasir.

  • Genteng Keramik

Jenis genteng selanjutnya adalah genteng keramik, terbuat dari bahan keramik dan telah melalui proses pewarnaan. Genteng ini memiliki varian warna yang lebih lengkap dengan kualitas bermutu tinggi.

  • Genteng Beton

Genteng beton merupakan salah satu genteng baja ringan yang sangat berat sehingga tidak akan mudah goyah saat angin menerpa. Meski begitu, tekstur dari komponen ini cenderung kasar dan mudah diselimuti oleh lumut.

  • Genteng Polycarbonate

Jenis genteng selanjutnya adalah polycarbonate yang bersifat tidak panas dan mampu menahan air dengan baik. Hal ini dikarenakan bahannya yang memiliki sifat pelindung dari sinar UV sehingga mampu membuat suasana bangunan lebih sejuk.

  • Genteng Tanah Liat

Genteng ini masih dibuat secara tradisional dan memiliki banyak kelebihan salah satunya lebih tahan lama. Selain itu, karena bahannya terbuat dari tanah liat, genteng baja ringan ini mampu menyerap panas dan tidak akan bising dari luar.

  • Atap Asbes

Atap asbes adalah jenis genteng berbentuk seperti lembaran dengan gelombang kecil yang terbuat dari semen atau fiber. Atap ini memiliki tampilan yang menarik dan anti terhadap serangan rayap sehingga awet dan tahan lama.

  • Genteng Aspal

Campuran dari aspal, bubuk kertas, resin, dan serta organik, menjadikan genteng aspal terlihat lebih menarik serta tahan terhadap bocoran. Jika Anda lebih menyukai tampilan atap yang terkesan artistik, genteng ini bisa menjadi pilihan yang tepat. 

  • Genteng Spandek

Jenis genteng lainnya bisa Anda pilih adalah genteng spandek yang memiliki daya serap tinggi sehingga tahan lama dan tidak mudah rusak. Dengan bahan material yang ramah lingkungan, serta dapat didaur ulang, genteng ini juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan jenis atap lainnya.

Menentukan Jarak Usuk Baja Ringan Atap Genteng

Menentukan jarak pada material usuk baja ringan sangat penting untuk dilakukan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada proses konstruksi bangunan. Baik sebelum maupun sesudah proses pemasangan baja ringan, pastikan Anda telah memasang dengan jarak ukuran yang tepat.

Pemilihan ukuran baja ringan sebenarnya cukup mudah untuk diterapkan sebelum pemasangan. Langkah pertama, Anda harus melakukan perhitungan struktur terlebih dahulu untuk mendapatkan jarak sesuai ukuran bahan yang tepat.

Jika Anda menggunakan penutup atap yang terbuat dari genteng keramik, maka Anda bisa menggunakan bahan usu dengan tipe ukuran C75. Adapun profil usuk ini memiliki ukuran yang lebih tebal.

Cara lainnya yang lebih mudah, pastikan jarak usuk baja ringan atap genteng tersebut dipasang dengan ukuran 40-50 cm. Pasang sesuai arah tegak lurus gording, dimana usuk akan terhubung dengan gording dengan menggunakan paku.

Sementara, untuk penggunaan genteng metal dengan kemiringan 15-30 derajat, maka jarak reng baja ringan atap gentengnya ialah sekitar 600 mm. Kemudian ukuran maksimal kuda-kudanya berkisar di antara 1,6 sampai 1,8 meter.

Sedangkan, jika genteng metal memiliki kemiringan antara 10-30 derajat, maka jarang reng bisa sekitar 900 mm. Dari penjelasan tersebut dapat diketahui, bahwa menentukan jarak usuk ini dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan pemasangan genteng Anda.

Tahapan Pemasangan Usuk Baja Ringan Atap Genteng

Pada contoh kali ini, Anda bisa menerapkan cara pemasangan usuk baja ringan apabila atap rumah yang digunakan terbuat dari genteng keramik. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  • Buat pengaku atau bracket sesuai kebutuhan dengan ukuran panjang sekitar 15 cm.
  • Selanjutnya, tarik benang untuk menentukan jarak dan ketinggian pemasangan bracket.
  • Pastikan jarak antara bracket ialah berkisar di antara 1-1,2 meter.
  • Langkah selanjutnya, pasang bracket pada sisi atas gording menggunakan sekrup tipe M4X40.
  • Pastikan setiap bracket yang dipasang minimal terdiri dari dua sekrup.
  • Letakkan usuk pada bagian gording, lalu ikat menggunakan sekrup berukuran M4X20.
  • Pastikan masing-masing menggunakan 2-3 buah sekrup hingga menyatu dengan bracket.

Itu dia pembahasan mengenai cara menentukan jarak usuk baja ringan atap genteng serta tahap pemasangan yang tepat. Langkah-langkah di atas bisa Anda terapkan tergantung dengan kebutuhan dalam konstruksi bangunan Anda.

Sebab, setiap bangunan pasti menggunakan jenis genteng baja ringan yang berbeda. Sehingga jarak dan ukuran ini perlu disesuaikan kembali agar dapat terpasang dengan kokoh dan tahan dalam waktu lama.

Kini, Anda bisa mengandalkan KPS untuk mendapatkan besi berkualitas agar proses pembangunan berjalan lancar. KPS merupakan distributor Besi Pulau Jawa dan Bali terpercaya yang berpengalaman dalam memasang jarak usuk baja ringan atap genteng dengan benar.

Bingung menentukan jarak usuk baja ringan atap genteng untuk bangunan Anda? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan hubungi kami melalui kontak yang tertera.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait