Apa Pengaruh Unsur Paduan Pada Baja? (2)

apa-pengaruh-unsur-paduan-pada-baja-2-kps-steel

Seperti yang telah diketahui beberapa unsur paduan baja yang cenderung selalu ada, seperti karbon, mangan, sulfur dan lain-lain memberi pengaruh terhadap fungsi kegunaan material baja.

Lewat artikel Apa Pengaruh Unsur Paduan Pada Baja? (1) KPS Steel, distributor besi Jakarta sudah menjelaskan beberapa pengaruh dari unsur-unsur paduan pada baja. Pada bagian kelanjutan ini dijelaskan ada beberapa unsur lain yang meskipun ditambahkan dalam jumlah lebih sedikit tetapi memberikan sifat mekanis atau karakteristik tertentu pada baja.  

Baca Juga: Jenis-Jenis Baja Menurut Komposisinya

Aluminium (Al)

Dalam proses peleburan, penambahan aluminium (Al) berperan sebagai penyuling biji-bijian—demi meningkatkan ketahanan/ketangguhan baja. Aluminium juga dapat menjadi deoxidizer, yaitu pengikat/penghilang gas terlarut dalam baja, seperti oksigen (O) dan nitrogen (N), yang berpotensi menimbulkan sifat getas atau cacat. Unsur paduan ini biasanya hanya ditambahkan dalam jumlah sangat sedikit. Pencampuran dengan unsur lain menghasilkan baja dengan sifat mekanik tertentu.   

Chromium (Cr)

Kromium (Cr) termasuk unsur yang memberi pengaruh relatif kuat pada sifat fisik baja.   Penambahan kromium dapat membantu proses pengerasan sekaligus meningkatkan titik didih baja. Unsur ini juga berpotensi meningkatkan ketahanan terhadap aus dan karat. 

Kandungan kromium pada baja mencapai hingga 13% (ada yang menyebut 11,5% s/d 12%) membuat baja tahan karat atau menjadi stainless steel. Namun, jumlah kromium yang berlebihan dapat menurunkan ketangguhan baja, membuatnya terlalu keras dan mudah retak, terlebih di sekitar titik pengelasan.     

Nikel (Ni)

Selain meningkatkan kekerasan dan ketangguhan pada suhu rendah—kebanyakan pada baja paduan rendah—penambahan unsur nikel (Ni) berpotensi meningkatkan ketahanan baja terhadap karat seperti halnya kromium. Kehadiran nikel sama sekali juga tidak menurunkan kemampuan baja untuk di las (weldability). Jika persentasenya lebih dari 8% dapat mengubah fase baja solid dari baja tahan karat feritik menjadi austenitik.    

Molybdenum (Mo)

Unsur molibdenum (Mo) merupakan pembentuk karbida—senyawa yang mengandung karbon dan elemen yang kecil nilai elektronegativitasnya. Biasanya Molibdenum dipadukan bersama kromium, nikel, dan vanadium. Kandungan molibdenum akan meningkatkan kekuatan tarik serta ketahanan baja terhadap panas, juga kemampuannya untuk dilas, dan sebaliknya regangan serta kerapuhannya akan menurun. Namun, jumlah yang berlebihan akan menurunkan sifat mampu tempa baja (forgeability). Jumlah ideal unsur ini sebaiknya tidak lebih dari 1%.    

Vanadium (V)

Baja yang mendapat tambahan unsur vanadium (V) akan memiliki ketahanan terhadap keausan. Unsur yang dapat membentuk karbida ini juga berpotensi menambah kekerasan baja serta mengurangi dampak melemahnya material akibat pembebanan berulang kali. Vanadium hanya ditambahkan dalam jumlah kecil karena jika persentasenya lebih dari 0,05% justru cenderung akan membawa pengaruh buruk pada baja.   

Berbagai unsur paduan lain yang juga dapat ditambahkan adalah boron (B), titanium (Ti), niobium (Nb), tantalum (Ta), wolfram (W), dan kobalt (Co).

Baca Juga: Mengapa Baja Dibutuhkan Pada Konstruksi Bangunan?

Jika Anda ingin mengetahui informasi mengenai produk besi dan baja berkualitas. Silakan menghubungi KPS Steel distributor besi Jakarta yang akan selalu siap membantu Anda disini!

Bagikan Artikel :
Menu