3 Tahap Penting Pengerjaan Struktur Baja

3-tahap-penting-pengerjaan-struktur-baja-kps-steel

Menghadirkan objek arsitektur dan/atau sipil yang didominasi struktur baja ternyata tidak sesederhana yang terlihat.

Dalam proses pengerjaannya diperlukan ketelitian yang cukup tinggi agar didapatkan bangunan yang kuat dan stabil. Boleh dibilang kesalahan atau kerusakan satu buah baut saja dapat berpotensi kegagalan pada struktur. Setidaknya ada tiga tahap penting yang harus dilewati dengan baik dalam pengerjaan struktur baja. KPS Steel, distributor besi Jakarta mengajak Anda untuk sejenak mencermatinya.

Baca Juga: Jembatan Kereta Api Baja Terpanjang Di Indonesia

Tahap Fabrikasi

Fabrikasi adalah tahap pertama yang harus dilewati dengan sangat baik karena tahap ini akan menentukan keberhasilan pada tahap-tahap berikutnya. Fabrikasi yang idealnya dilakukan di pabrik atau bengkel (workshop) secara keseluruhan meliputi pemilihan material, pengukuran serta pemotongan; pembengkokan; dan penyambungan, baik sementara maupun permanen.  

Dalam tahap ini diperlukan pekerja yang berpengalaman dan/atau bersertifikat serta terampil dalam melakukan setiap detail pekerjaan fabrikasi—sesuai gambar kerja—dengan atau tanpa alat bantu. Dengan demikian akan dihasilkan potongan material yang presisi; pembengkokan yang tepat; penyambungan yang stabil; dan sebagainya.

Tahap Transportasi

Tahap transportasi adalah proses pengiriman struktur jadi atau setengah jadi ke lapangan (project site) untuk dipasang pada posisinya. Lokasi pabrik atau bengkel biasanya akan berjarak dengan site, entah dekat maupun jauh. Artinya, harus dilakukan proses pengangkatan, pemindahan, pengangkutan hingga akhirnya penempatan di lokasi tertentu pada lingkungan site.

Demi menjaga kualitas struktur yang telah dirakit bagian per bagian maka diperlukan alat transportasi baik darat, laut, dan udara yang memadai—ukuran dan kekuatannya sesuai dengan bentang dan bobot elemen struktur. Hal ini harus diperhitungkan jauh dari sebelumnya.

Jangan sampai terjadi kapasitas pada crane pengangkat dan/atau truk pengangkut jauh lebih kecil dari elemen struktur yang telah dikerjakan di pabrik/bengkel. Hal ini berpotensi membuat peralatan rusak atau elemen terjatuh sehingga membahayakan keselamatan banyak pihak. Kondisi jalan dan lalu lintas pun harus diperhitungkan dengan baik.         

Tahap Ereksi

Istilah ereksi (erection) merujuk pada proses penyusunan atau perakitan elemen-elemen struktur yang telah dikerjakan di pabrik/bengkel menjadi struktur lengkap di lapangan. Pada tahap ini banyak hal yang harus direncanakan dengan baik dan diperhitungkan secara tepat. Misalnya, kelayakan serta kapasitas crane pengangkat; kondisi lapangan, termasuk daya dukung tanah tumpuan alat berat; keterampilan operator mesin dan juga tukang yang melakukan pekerjaan finishing (tukang las, tukang keling, dll.);  dan sebagainya.

Kesalahan perencanaan dan perhitungan akan berdampak buruk, seperti terjadinya kecelakaan yang mengancam keselamatan pekerja maupun kegagalan struktur—saat dilakukan pengerjaan atau di kemudian hari.     

Begitulah gambaran umum tiga tahap penting pekerjaan konstruksi baja dari KPS Steel selaku distributor besi Jakarta. Semoga berguna dan menambah wawasan Anda terutama jika hendak menjalankan proyek terkait. Dalam setiap proyek terkait pastikan Anda menggunakan material yang sesuai dengan spesifikasi dalam gambar rencana kerja.

Baca Juga: “Forth Railway Bridge” Keajaiban Teknik Dari Material Baja

Jangan ragu untuk menghubungi KPS Steel, distributor besi Jakarta yang akan siap menyediakan berbagai produk besi/baja yang Anda perlukan. Anda juga dapat mengunjungi laman kami di sini.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu