Mengenal Teknik ‘Rolling’ Dalam Industri Baja

mengenal-teknik-rolling-dalam-industri-baja-kps-steel

Beragam metode digunakan untuk mengolah logam besi dan baja, seperti pengecoran, penempaan, pengerolan, dan sebagainya.

Kali ini KPS Steel, distributor besi Jakarta mengajak Anda untuk mengenal teknik pengerolan atau pencanaian (rolling) pada pengolahan besi dan  baja. Teknik ini digunakan untuk membentuk bahan logam besi menjadi plat dan produk baja lain. Ayo, ikuti ulasannya berikut ini! 

Baca Juga: Pemanfaatan Limbah Padat Industri Besi Dan Baja

Teknologi Rolling

Teknik pengerolan (rolling) dilakukan terhadap bahan setengah jadi (ingot, billet, dan lainnya.) agar terbentuk plat atau produk baja lain. Pada teknik rolling diterapkan gaya deformasi yang akan mengubah bentuk bahan—khususnya mengurangi ketebalan—dengan cara melewatkannya di antara sepasang rol atau lebih yang berputar pada kecepatan sama tetapi dengan arah yang berbeda. Putaran rol akan menekan sekaligus menarik bahan sehingga diperoleh plat atau bentuk lain dengan ketebalan tertentu.          

Ada dua macam teknik pengerolan, yaitu hot rolling (canai panas) dan cold rolling (canai dingin). Perbedaan mendasar dari kedua proses ini adalah dalam hal penggunaan suhu panasnya. Perbedaan tersebut memengaruhi karakteristik produk yang dihasilkan terkait tampilan fisik, kekuatan, harga produk, dan lainnya. 

Prinsip Hot Rolling

Hot rolling pada prinsipnya adalah membentuk plat atau produk baja lain dengan cara mengerol ingot dan billet—biasanya berbentuk batang/balok—pada kondisi suhu yang sangat tinggi. Pada awal proses, bahan akan dipanaskan sampai kisaran suhu 450ºC sehingga mengalami rekristalisasi. Proses terus berlanjut sampai suhu melebihi suhu rekristalisasi (s/d 1700ºF/900ºC) sehingga logam pun akan mudah untuk dibentuk. Jadi, dalam proses hot rolling produk dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif cepat.    

Produk hot rolling yang disebut hot rolled steel (baja canai panas) dapat berupa plat atau baja bentuk sederhana siap pakai sesuai spesifikasinya. Namun, sebagian produk hot rolling bisa juga melalui proses lanjutan cold rolling untuk kemudian dibentuk menjadi produk dengan kualitas yang lebih baik.  

Prinsip Cold Rolling

Cold rolling sering kali merupakan proses lanjutan dari baja canai panas yang dihasilkan dalam metode hot rolling. Berbeda dengan hot rolling, suhu yang diterapkan pada teknik cold rolling tidak melebihi suhu kristalisasi. Jika bahan baku adalah baja canai panas, maka mula-mula bahan baku tersebut akan didinginkan terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan pengerolan pada suhu ruang tanpa pemanasan lagi. Jadi, bahan tidak mengalami proses rekristalisasi. Alhasil, jika dibandingkan hot rolling, proses cold rolling memerlukan gaya deformasi yang jauh lebih besar serta berlangsung dalam waktu yang relatif lebih lama. 

Kendati demikian, produk yang dihasilkan melalui teknik cold rolling, yaitu cold rolled steel (baja canai dingin) masih tergolong produk antara. Artinya, agar dapat diaplikasikan harus melalui proses pembentukan lanjutan.    

Baca Juga: Peran Konstruksi Baja Dalam Sejarah Ritel Modern Di Inggris

Demikian sekilas informasi mengenai teknik rolling dalam industri baja. Jika saat ini Anda memerlukan plat baja dan/atau produk besi dan baja, silahkan menghubungi kami KPS Steel, distributor besi Jakarta di sini!

Bagikan Artikel :
Menu