Standar Kemiringan Atap Rumah Tinggal yang Ideal

Standar Kemiringan Atap Rumah Tinggal yang Ideal KPS Steel distributor besi jakarta

Tahukah Anda bahwa aturan kemiringan atap dapat berbeda berdasarkan materialnya? Ya! Atap rumah memiliki beragam jenis material yang dapat Anda pilih sesuai dengan selera.

Jika Anda hendak membangun atap rumah, maka wajib memahami aturan kemiringan untuk material yang Anda pilih. Sehingga mampu memenuhi fungsinya secara maksimal namun tidak ketinggalan memberikan nilai estetika hunian.

Supaya Anda tidak memasang dengan cara yang salah, simak informasi mengenai standar kemiringan pada atap dalam artikel ini. Akan kami uraikan standarnya untuk setiap jenis bahan.

Standar Kemiringan Atap Berdasarkan Jenis Materialnya

Atap ialah salah satu bagian hunian yang mempunyai fungsi penting. Yakni melindungi dari sinar matahari, air hujan, hingga cuaca ekstrem lainnya. Untuk memenuhi fungsi tersebut perlu mematuhi aturan standar kemiringannya.

Apabila dibangun tanpa memperhatikan standar kemiringan, bisa menyebabkan risiko tertentu. Misalnya saja kegagalan menahan air hujan lantas menyebabkan kebocoran. Bisa juga membuatnya lebih cepat rusak.

Berdasarkan standar umum, kemiringan atap hunian yang ideal ialah 25 sampai 30 derajat. Standar tersebut sudah ditetapkan oleh para ahli konstruksi bangunan. Supaya lebih detail, berikut aturan untuk setiap jenis materialnya.

1. Seng

Seng merupakan salah satu material yang populer dipakai dalam pembuatan atap rumah. Alasannya ialah lebih mudah dipasang, anti bocor dan harganya terjangkau. Material ini dapat dipasang pada hunian dengan kemiringan 15 hingga 25 derajat.

Apabila Anda membuatnya lebih curam akan menyebabkan bentuk lembaran permukaan mudah diterpa angin kencang dan hujan. Sehingga justru berbahaya bagi penghuni rumah.

2. Aspal

Bahan aspal mempunyai keunggulan berupa elastisitas sehingga mudah dibentuk. Sementara aturan kemiringan atap jenis ini ialah 30 sampai 90 derajat. Jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan bahan seng.

3. Beton

Beton mempunyai bobot cukup berat dengan daya tahan kuat. Akibatnya, material ini perlu dipasang dengan kemiringan 30 sampai 35 derajat. Jika ingin melakukan modifikasi, boleh memakai kemiringan 1% dari panjang bentang.

4. Metal

Metal termasuk material yang mudah dipasang dan harganya juga terjangkau sehingga mudah dibeli oleh berbagai kalangan. Anda perlu memasangnya dengan kemiringan 25 sampai 35 derajat.

5. Keramik

Keramik mempunyai sifat mampu menyerap panas sehingga menjadikan rumah Anda jauh lebih sejuk. Keramik membuat suasana lebih sejuk pada siang hari. Standar kemiringan atap jenis ini ialah 30 derajat.

Baca Juga: Cara Menghitung Kemiringan Kuda-Kuda untuk Rangka Atap

6. Polycarbonate

Angka sudut kemiringan untuk jenis polycarbonate jauh lebih kecil daripada material lainnya. Yakni paling sedikit di atas 2 derajat. Paling tidak, Anda menerapkan presentasi paling sedikit 1,5% dari ukuran panjang bentang.

7. Dak

Atap jenis dak bisa dipasang dalam desain flat roof. Kemiringannya ialah 0 derajat. Akan tetapi, Anda juga boleh menentukan derajat kemiringannya berdasarkan desain hunian yang dikehendaki.

8. Kaca

Rentang kemiringan untuk material kaca cukup lebar. Yakni dapat memilih di antara 2 hingga 90 derajat. Material ini mampu membuat ruangan terasa lebih terang sebab mampu dilalui oleh cahaya matahari.

9. Spandek

Material terakhir ialah spandek yang mempunyai daya tahan tinggi, pemasangan mudah dan harga lebih murah. Kemiringan yang perlu diperhitungkan ialah 5 sampai 60 derajat.

Lebih Baik Atap Rumah Landai atau Runcing

Sepertinya banyak masyarakat Indonesia yang bertanya-tanya mengenai pemasangan atap rumah ideal. Yakni apakah dibuat landai atau justru runcing. Sebenarnya pertanyaan semacam ini perlu meninjau kondisi alam di suatu wilayah.

Atap sendiri mempunyai fungsi utama melindungi hunian dan penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Pemasangannya perlu diperhatikan dengan baik agar tidak cepat rusak maupun mengalami kebocoran begitu musim hujan tiba.

Anda memang wajib memperhatikan kemiringan atap sebagai batas ideal supaya rangka mampu memegang penutup atap secara tepat. Jadi, apabila tertimpa air, air akan meluncur ke tanah dengan lancar.

Pemasangan bagian rumah tersebut perlu menyesuaikan iklim di suatu wilayah. Misalnya saja untuk negara yang mempunyai empat musim perlu menerapkan atap runcing. Alasannya supaya salju lebih mudah jatuh ke tanah.

Ketika musim salju tiba, umumnya salju akan menumpuk di berbagai tempat. Supaya tidak membebani bagian atas hunian, maka perlu dibuat runcing. Jika dibuat terlalu landai, salju akan menumpuk dan bisa merusak atap.

Sementara negara dengan iklim tropis mempunyai aturan sebaliknya. Yakni sebaiknya memasang atap dengan kemiringan yang lebih landai. Sebab, tidak ada salju yang turun di wilayah negara tropis.

Sudut kemiringan atap di negara tropis sebaiknya berkisar di angka 30 derajat. Akan tetapi, umumnya arsitek memakai angka 22,5 hingga 30 derajat. Penentuan sudut akan berpengaruh terhadap ketahanan air hujan.

Jika dibuat terlalu runcing, maka akan menjadi celah bagi air hujan untuk merembes masuk ke dalam hunian. Untuk material genteng tanah liat biasanya bisa dipasang dengan sudut kemiringan 27,5 hingga 40 derajat.

Sementara apabila pemasangannya terlampau datar atau landai akan membuat air tampias dengan mudah masuk ke hunian. Tentu hal tersebut akan mengganggu kenyamanan dan berpotensi menyebabkan rembesan.

Memasang bagian paling atas rumah memerlukan perhitungan tepat supaya mampu mencegah rembesan air hujan. Salah satu perhitungannya ialah terkait kemiringan atap yang perlu disesuaikan dengan material pembuatnya.

Selain menentukan kemiringan pada bagian atas rumah, perlu untuk memilih produk atap berkualitas. Salah satu produk atap yang dapat diandalkan ialah dari KPS Steel selaku distributor besi dan baja terpercaya di Jabodetabek.

Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Overstek Atap untuk Hunian Anda

Kunjungi laman produk kami untuk informasi selengkapnya. Bila Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dunia perbesian, konstruksi, dan inspirasi hunian, kunjungi blog KPS Steel.

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu