Komponen Struktur Atap yang Wajib Ada di Hunian Anda

Komponen Struktur Atap yang Wajib Ada di Hunian Anda KPS Steel Distributor Besi Jakarta

Pada dasarnya struktur atap rumah ada banyak dan semua diperlukan agar kondisinya optimal. Atap rumah dibedakan ke dalam beberapa bagian, mulai dari pondasi hingga lapisan penutup.

Tentu saja fondasi digunakan sebagai pilar pusat untuk menahan beban atap. Sedangkan lapisan penutup bisa didefinisikan sebagai genteng yang menutupi bagian atas rumah.

Namun dari beberapa bagian itu, ada komponen yang memiliki fungsi dan cara kerjanya masing-masing. Anda tentunya harus tahu setiap bagian atap agar paham cara memperbaikinya nanti.

Struktur Atap Rumah yang Bervariasi

Berikut ini ada beberapa bagian struktur atap yang perlu Anda ketahui fungsinya. Dengan memahami beberapa penjelasan di bawah, Anda bisa tahu struktur yang wajib ada di hunian.

1. Kuda-kuda Atap Rumah

Di bagian atap, ada yang bentuknya segitiga sebagai struktur utama. Struktur itu disebut sebagai kuda-kuda karena digunakan sebagai dudukan dan penyangga komponen atap lainnya.

Bentuk segitiga atap rumah memiliki kaki yang menjadi penopang utama. Sedangkan bagian atas kuda-kuda digunakan sebagai penyambung kayu tempat gendeng atau atap.

2. Gording Atap

Struktur atap rumah yang kedua dinamakan sebagai gording. Fungsinya untuk menghubungkan dan mengikat kuda-kuda agar mampu menyangga kayu usuk atap rumah.

Biasanya tinggi gording dan kuda-kuda bisa mencapai 2 meter lebih. Estetika bangunan rumah juga bisa dilihat dari struktur gording dan kuda-kuda yang digunakan.

3. Kasau atau Usuk Reng

Komponen atap untuk menahan beban atap lainnya disebut Usuk atau Kasau. Komponen ini akan langsung menahan beban penyangga genteng yang biasanya berbentuk menjorok ke bawah.

Usuk akan diatur secara berjarak agar dapat menahan beban secara menyeluruh. Jika jaraknya tidak dihitung, beban kayu menyimpan dan atap rumah bisa roboh kapan saja.

4. Reng Genteng

Selanjutnya ada struktur atap rumah yang menjadi tempat genteng dan biasa disebut reng. Dari strukturnya, reng melintang menyamping dengan jarak yang sudah diatur secara rapi.

Dengan adanya reng, genteng bisa ditempatkan di atap rumah tanpa ada masalah. Tentu jarak reng harus disesuaikan dengan ukuran genteng agar bisa menahan beban secara optimal.

5. Reng Balok Atap

Berbeda dengan reng genteng, reng balok digunakan sebagai pembantu kuda-kuda. Dengan reng balok, kuda-kuda bisa menahan beban lebih berat karena komponen ini diletakkan di puncak.

Reng balok bisa digunakan sesuai kebutuhan konstruksi rumah. Jika butuh penopang tambahan, maka reng balok bisa diletakkan di bagian dinding puncak agar mendukung kuda-kuda.

6. Lisplang Tirisan

Struktur atap rumah untuk memperkukuh komponen yang sudah ada adalah lisplank tirisan. Alat atau komponen ini digunakan sebagai penahan ujung usuk agar susunannya tidak berubah.

Biasanya penempatan lisplank tirisan berada di bagian bawah ujung kayu usuk. Jika Anda ingin menggunakannya, usahakan berikan pelapis panas dan air hujan agar awet tahan lama.

7. Lisplang Ujung Gevel

Selain lisplank tirisan, ada juga lisplank papan tegak yang selalu ada di ujung gevel. Peletakannya mengikuti sudut kemiringan atap agar melindungi gording dan reng dari air hujan serta panas.

Lisplang bisa dicat agar tampilan atap rumah tampak lebih estetik dan elegan. Tentu saja berikan cat pelapis air hujan dan panas agar lebih awet dalam menahan gording dan reng di dalamnya.

8. Pelapis Atap

Untuk mencegah rembesan, ada struktur atap rumah yang berfungsi sebagai pelapis. Biasanya komponen ini menggunakan pelat semen berserat yang kedap air atau seng dan plastik.

Tujuan pemasangan komponen ini adalah agar rumah tetap aman dari serangan hujan lebat dan tekanan angin yang tinggi. Rumah daerah tepi pantai dan kaki gunung wajib menggunakannya.

9. Penutup Atap

Lapisan lain yang digunakan untuk menambah estetika bangunan atap adalah penutupnya. Anda bisa menggunakan komponen ini untuk menutupi lubang yang ada di bagian atap.

Tentu saja lubang digunakan untuk menghindari rembesan air, sinar matahari, kerusakan akibat tekanan angin dan hujan lebat. Penutup atap memiliki fungsi dan kegunaannya sendiri bagi kita.

Baca Juga: Jarak Reng Baja Ringan untuk Atap Rumah

Inspirasi Model dan Struktur Atap Rumah

Selain beberapa komponen di atas, Anda bisa menggunakan inspirasi atap rumah yang pernah di buat. Berikut ini beberapa inspirasi yang bisa digunakan ketika merenovasi atap nantinya.

1. Atap Datar (Flat Truss)

Penggunaan atap datar biasanya digunakan di perkotaan karena tampilannya lebih estetik. Di bagian atap, ada sedikit bidang miring untuk mengalirkan air hujan agar tidak merembes.

Selain itu, atap datar juga lebih bagus digunakan di tempat tinggal yang sempit. Anda tidak perlu struktur atap rumah lebar ketika ingin menggunakan konsep atap datar.

2. Atap Pelana (Gable Truss)

Inspirasi atap rumah yang satu ini terkesan simpel karena memiliki dua kemiringan dan satu nok. Bentuk atap rumah ini biasa digunakan di beberapa kompleks perumahan.

Bidang miring atap terlihat sangat unik jika terlihat dari jauh. Anda butuh ruang lebih banyak jika ingin menggunakan atap ini karena bagian gording dibentangkan luas.

3. Atap Perisai (Hip End Truss)

Bentuk atap yang biasanya sering digunakan masyarakat Indonesia adalah perisai. Selain bisa memberikan kenyamanan, atap perisai juga cocok dengan kondisi iklim di Indonesia. Hawa panas di siang hari dan cuaca hujan deras bisa diatasi dengan strukturnya yang miring. Dengan berbagai struktur atap rumah yang ada, perisai memang selalu jadi pilihan terbaik.

Baca Juga: Perdebedaan Usuk dan Reng Serta Gording Pada Struktur Atap

Jika Anda membutuhkan atap untuk melengkapi kebutuhan konstruksi bangunan, KPS Steel selaku Distributor Besi Jakarta terbaik menyediakan beragam jenis atap. Kunjungi laman produk kami untuk informasi selengkapnya. Bila Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai dunia perbesian, konstruksi, dan inspirasi hunian, kunjungi blog KPS Steel

Bagikan Artikel :

Artikel Terkait

Menu