Cara Menghitung Material Bangunan Sesuai Kebutuhan

Cara menghitung material bangunan kps steel distributor besi jakarta

Cara menghitung material bangunan merupakan hal yang harus dimengerti oleh siapa pun, terutama bagi Anda yang berniat untuk membangun rumah impian secara mandiri. Selain anggaran total, Anda perlu mempersiapkan beragam kebutuhan material bangunan.

Contohnya, seperti pasir, bata ringan atau bata merah, besi, semen, cat, dan lainnya juga perlu dilakukan dengan matang untuk memastikan kesesuaian jumlah dan harga dengan tujuan pembangunan rumah Anda. Simak rumus dan cara menghitungnya dengan baik dan benar di artikel ini.

Sebelum mempelajari bagaimana menghitung material bangunan yang dibutuhkan. Anda juga perlu mengetahui Simak Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof dengan Mudah.

Cara Menghitung Material Bangunan yang Dibutuhkan

Adapun untuk menghitung material bangunan yang dibutuhkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Menentukan Luas atau Volume Bangunan

Langkah pertama dalam cara menghitung material bangunan adalah menentukan luas atau volume bangunan. Anda bisa menyesuaikan tipe dan jenis rumah terlebih dahulu untuk mendapat ukuran rumah yang diinginkan.

Tipe dan jenis rumah yang dipilih akan menentukan anggaran yang harus disediakan untuk pembangunan rumah. Anda dapat melakukan survei dengan mudah untuk mengetahui jenis rumah yang ingin dibangun, baik dengan mencari informasi di internet maupun langsung bertanya kepada kontraktor bangunan terpercaya.

Berbagai macam tipe rumah dapat dipilih, mulai dari rumah tipe 36 dengan desain minimalis dan sederhana, tipe 72 untuk ruang yang lebih luas, dan tipe 92 untuk rumah dua atau tiga lantai, serta tipe rumah mewah dan megah lainnya. 

Kemudian, luas bangunan dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar lantai, sementara volume dihitung dengan mengalikan luas dengan tinggi bangunan. Luas dan volume ini akan menjadi dasar dalam menghitung jumlah material yang dibutuhkan.

Contohnya, jika Anda ingin membangun rumah dengan panjang 10 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 3 meter, luas bangunan adalah 10 m x 8 m = 80 m2, dan volume bangunan adalah 80 m2 x 3 m = 240 m3.

  • Menentukan Jenis Material Bangunan

Setelah menentukan luas dan volume bangunan atau tipe rumah yang diinginkan, cara menghitung material bangunan selanjutnya adalah menentukan jenis material yang akan digunakan. Beberapa contoh material bangunan meliputi batu bata, semen, besi beton, kayu, dan keramik.

Pemilihan material bangunan ini akan mempengaruhi kualitas, tampilan, dan biaya proyek Anda. Misalnya, Anda memilih batu bata merah sebagai material dinding, semen putih untuk perekat, besi beton untuk struktur rangka, kayu jati untuk perabotan, dan keramik untuk lantai.

  • Menentukan Kebutuhan Material per Satuan Ukuran

Selanjutnya, tentukan kebutuhan material per satuan ukuran untuk masing-masing jenis material dalam cara menghitung material bangunan. Informasi ini penting agar Anda tahu berapa banyak material yang dibutuhkan untuk membangun sebidang luas atau volume tertentu.

Sebagai ilustrasi, untuk batu bata merah, Anda perlu mengetahui berapa batu bata yang dibutuhkan untuk membangun dinding dengan luas 1 m2. Misalnya, 1 m2 dinding membutuhkan 50 batu bata merah.

Untuk semen putih, Anda perlu mengetahui berapa semen yang dibutuhkan untuk merekatkan batu bata dalam 1 m2. Misalnya, 1 m2 dinding membutuhkan 0,03 m3 semen putih.

  • Menghitung Jumlah Material yang Dibutuhkan

Dengan informasi tentang volume bangunan dan kebutuhan material per satuan ukuran, Anda dapat menghitung jumlah material yang dibutuhkan untuk proyek Anda menggunakan rumus Kebutuhan Material Bangunan (KMB) dan rumus VP (Volume Proyek).

Rumus Menghitung Kebutuhan Material Bangunan Rumah dan Contohnya

Setelah mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan, selanjutnya dapat dilakukan perhitungan kebutuhan material bangunan rumah dengan menggunakan rumus yang tepat. Berikut adalah rumus dan contoh cara menghitung material bangunan.

  • Rumus KMB (Kebutuhan Material Bangunan) dengan menggunakan Volume Proyek (VP) dan Kebutuhan Material per Satuan (KMS)

Rumus KMB adalah sebagai berikut: KMB = VP x KMS

Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat menghitung jumlah material yang dibutuhkan untuk membangun rumah atau gedung. Misalkan, Anda ingin membangun dinding rumah dengan volume proyek 240 m3.

Diketahui bahwa kebutuhan material per satuan (KMS) untuk batu bata merah adalah 50 batu bata per m2, dan untuk semen putih adalah 0,03 m3 per m2. Maka, KMB batu bata merah adalah 240 m3 x 50 batu bata/m2 = 12.000 batu bata, dan KMB semen putih adalah 240 m3 x 0,03 m3/m2 = 7,2 m3.

  • Rumus VP (Volume Proyek) dengan menghitung panjang x lebar x tinggi bangunan

Rumus VP adalah sebagai berikut: VP = Panjang x Lebar x Tinggi

Contoh: Anda ingin membangun rumah dengan panjang 12 meter, lebar 9 meter, dan tinggi 3,5 meter. Maka, Volume Proyek (VP) adalah 12 m x 9 m x 3,5 m = 378 m3.

  • Contoh Penerapan Rumus KMB pada Beberapa Jenis Material Bangunan

Misalkan Anda ingin menghitung kebutuhan besi beton untuk struktur rangka rumah dengan volume proyek 378 m3. Diasumsikan bahwa kebutuhan material per satuan (KMS) untuk besi beton berjumlah 80 kg per m3. Maka, KMB besi beton adalah:

KMB = 378 m3 x 80 kg/m3 = 30.240 kg

Dengan demikian, Anda memerlukan 30.240 kg besi beton untuk membangun struktur rangka rumah tersebut. Temukan produk besi beton bermutu dari KPS Steel untuk proyek pembangunan kerangka rumah Anda di halaman ini.

Contoh lain, misalkan Anda ingin menghitung kebutuhan kayu jati untuk perabotan rumah dengan volume proyek 378 m3. Diketahui bahwa kebutuhan material per satuan (KMS) untuk kayu jati adalah 0,1 m3 per m2. Maka, KMB kayu jati adalah:

KMB = 378 m3 x 0,1 m3/m2 = 37,8 m3

Dengan demikian, Anda memerlukan 37,8 m3 kayu jati untuk membangun perabotan rumah tersebut.

Contoh terakhir, Anda ingin menghitung kebutuhan keramik untuk lantai rumah dengan luas 378 m2. Kebutuhan material per satuan (KMS) untuk keramik adalah 1 m2 per m2 (karena setiap meter persegi lantai membutuhkan satu meter persegi keramik untuk menutupinya). Maka, KMB keramik adalah:

KMB = 378 m2 x 1 m2/m2 = 378 m2

Jadi, Anda memerlukan 378 m2 keramik untuk membangun lantai rumah tersebut. Dalam cara menghitung material bangunan, penting untuk mempertimbangkan toleransi atau faktor keamanan yang mungkin diperlukan.

Hal ini karena dalam prakteknya, mungkin ada kerugian material akibat pemotongan, pemborosan, atau kerusakan saat konstruksi. Oleh karena itu, selalu tambahkan sekitar 5-10% dari jumlah material yang dihitung untuk mengantisipasi kondisi ini.

Toko Besi KPS Steel, Solusi Kebutuhan Besi Anda

Jangan biarkan kebutuhan besi untuk rumah Anda terbengkalai! KPS Steel hadir sebagai solusi kebutuhan besi Anda dengan produk-produk berkualitas terbaik. Dari besi beton, besi hollow, hingga besi WF, KPS Steel memiliki semua jenis besi yang Anda butuhkan.

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, KPS Steel telah melayani berbagai proyek konstruksi di seluruh Indonesia. Kami selalu memastikan kualitas produk kami sebelum diserahkan kepada pelanggan, sehingga Anda dapat mempercayakan kebutuhan besi Anda kepada kami.

Jika Anda sedang membangun bangunan yang memiliki lebih dari satu lantai. Anda juga perlu mengetahui Cara Menghitung Kemiringan Tangga dengan Akurat untuk kenyamanan dan keamanan hunian Anda.

Kunjungi website KPS Steel di https://kpssteel.com/produk/ untuk melihat daftar lengkap produk besi kami. Kami juga menawarkan harga yang kompetitif dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia. Konsultasikan kebutuhan dan dapatkan solusi yang sesuai dengan spesifikasi proyek Anda.

Bagikan Artikel :